Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit usai Seminar Nasional Pariwisata 4.0, di Bukittinggi, Sabtu malam (27/10/2018). (Ist)


Pariwisata

Pemprov Sumbar Dorong Setiap Daerah Kembangkan Sektor Pariwisata

BUKITTINGGI (SumbarFokus)

Potensi sektor pariwisata di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dinilai sangat menjanjikan sehingga sangat perlu dikembangkan dengan berbagai inovasi dan kreativitas, seperti wisata edukasi, budaya, kuliner, dan keindahan alam lainnya.

Berdasarkan potensi itu, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mendorong setiap daerah kabupaten/kota di Sumbar menggali dan mengembangkan sektor pariwisata. Upaya itu dilakukan dengan memanfaatkan dan menciptakan peluang untuk pembangunan daerah setempat.

“Jangan sampai setiap wisatawan datang ke Sumbar hanya ke Padang dan Bukittinggi, padahal daerah lain masih banyak pariwisata bagus-bagus untuk dikunjungi,” kata Nasrul usai Seminar Nasional Pariwisata 4.0, di Bukittinggi, Sabtu malam (27/10/2018).


Wagub menyebutkan, kepariwisataan merupakan potensi yang menyatukan banyak sektor pembangunan. Apabila kunjungan wisatawan semakin banyak kata dia, akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat di masing-masing daerah.

“Semakin maju sektor pariwisata maka akan tumbuh perekonomian dan akan berefek pada kesejahteraan masyarakat. Maka pemerintah daerah patut mendukung dan menggalakkan sektor ini,” sebut Nasrul.

Ia menerangkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar, kunjungan wisatawan asing ke ranah Minang pada Juli 2018 mencapai 5.099 orang, atau naik 12,09 persen dibanding Juni 2018 yang tercatat sebanyak 4.549 orang.

Sementara kata dia, catatan PT Angkasa Pura II terdapat pengguna jasa angkutan udara di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang Pariaman sepanjang tahun 2017 mencapai 3,95 juta orang atau mengalami peningkatan hingga 11,2 persen dibanding tahun sebelumnya yang hanya 3,55 juta orang.

“Pihak PT Angkasa Pura II tahun ini memperkirakan kenaikan penumpang bisa mencapai 4,35 juta orang atau mengalami peningkatan sebesar 10,12 persen, jadi perlu ada pembenahan sektor pariwisata di setiap daerah,” papar Nasrul.

Sementara Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar Ir. Rizki Handayani Mustafa menyampaikan, digital destination dan nomadic tourism merupakan strategi untuk merebut wisatawan mancanegara.

“Pada tahun ini Kemenpar menargetkan 17 juta wisman dan akan meningkat menjadi 20 juta wisman pada 2019,” tegasnya.

Rizki menejaskan, destinasi digital merupakan destinasi yang heboh di dunia maya, viral di media sosial dan nge-hits di instagram.

Dikatakannya, digital destination menjadi tuntutan di era booming teknologi, terutama bagi generasi milenial.

“Generasi masa kini merupakan konsumen yang paling haus pengalaman yang lebih instagramable dibanding generasi-generasi sebelumnya. Jadi untuk mendukungnya, saya ingin tahun 2018 ini ada 100 destinasi digital di 34 provinsi di tanah air,” ujarnya. (005)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018