Ilustrasi. (Foto: Ist.)


Bencana

Pemko Pariaman Persiapkan Diri Hadapi La Nina

PARIAMAN (SumbarFokus) 

Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat bersiap menghadapi cuaca ekstrem La Nina yang akan menerjang tanah air. La Nina diprediksi berlangsung dari awal November 2020 hingga beberapa bulan ke depan sehingga harus ada persiapan khusus untuk menanggulangi bencana akibat cuaca ekstrem tersebut di Kota Pariaman.

"Kami berkoordinasi dengan jajaran kepolisian dan TNI untuk menghadapi La Nina yang akan menerjang Pariaman," kata Pelaksana Tugas Walikota Pariaman Mardison Mahyuddin usai Apel Pasukan Kesiapsiagaan Bencana di Kota Pariaman, Selasa (10/11/2020).

Disampaikan, kesiapsiagaan dalam menghadapi cuaca ekstrem tersebut perlu untuk melihat kesiapan personel baik dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Satuan Polisi Pamong Praja maupun dari polisi dan TNI.


"Namun hal ini perlu dibantu oleh masyarakat, kalau hanya petugas dan tim saja tentu tidak memadai," katanya.

Kerja sama dari seluruh pihak dalam menghadapi bencana tersebut diperlukan agar penanggulangan bencana di daerah itu dapat cepat dilakukan, kata dia.

Oleh karena itu, lanjutnya ia mengajak seluruh lapisan masyarakat di Pariaman untuk membantu petugas dalam penanggulangan bencana apalagi cuaca ekstrem La Nina yang akan menimpa Indonesia.

"Meskipun perlengkapan kita mencukupi namun partisipasi masyarakat juga dibutuhkan, bersama kita hadapi La Nina ini," ujarnya.

Sebelumnya Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai La Nina pada musim hujan mendatang karena dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti longsor, banjir, dan banjir bandang.

Ia mengatakan mulai bulan Oktober 2020 La Nina dampaknya mengakibatkan peningkatan curah hujan di hampir seluruh wilayah Indonesia, terutama Indonesia bagian tengah dan utara.

Kita Peduli!

"La nina berasal dari Samudera Pasifik akibat suhu muka air laut Samudera Pasifik mengalami anomali, yaitu lebih dingin hampir mendekati minus 1 derajat sementara suhu di Kepulauan Indonesia Iebih hangat," katanya usai menutup Sekolah Lapang Iklim Operasional di Kabupaten Temanggung.

la menuturkan perbedaan suhu itu mengakibatkan terjadinya pergerakan aliran masa udara basah dari Samudera Pasifik bergerak menuju kepulauan Indonesia. (002)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2020