Walikota Pariaman Genius Umar (pakai jas) memusnahkan ribuan KTP-E rusak di Pariaman. (ist)



Pemko Pariaman Musnahkan 5.759 Keping KTP-E Rusak

PARIAMAN (SumbarFokus)

Menindaklanjuti dari Surat Edaran Menteri Dalam Negeri RI nomor 470.13/11176/SJ tanggal 13 Desember 2018 tentang Penatausahaan KTP-E Rusak Atau Invalid, Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), memusnahkan 5.759 keping Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-E) yang telah rusak atau invalid untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan bekas dokumen tersebut.
"Sesuai dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri RI nomor 470.13/11176/SJ tanggal 13 Desember 2018, hari ini merupakan batas akhir pemusnahan KTP-E yang rusak serta disaksikan langsung pihak Bawaslu, KPU dan instansi lainnya," kata Walikota Pariaman Genius Umar, Rabu (19/12/2018).
Menurut dia, ribuan kepingan KTP-E yang dimusnahkan tersebut merupakan dokumen yang sudah rusak atau invalid sejak tahun 2011 hingga 2013.

"Ribuan kepingan E-KTP itu merupakan pengumpulan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Pariaman sejak 2011 hingga 2013. Sedangkan sisa periode 2014 hingga akhir 2018 masih tersimpan di gudang,karena belum ada petunjuk dari Menteri Dalam Negeri RI," kata dia.

Sementara Ketua KPU Kota Pariaman, Abrar Azis mengatakan, sisa KTP-E di atas 2014 yang belum dimusnahkan cukup rawan disalahgunakan apabila tercecer sebelum pemungutan suara.


Sebab kata dia, kepingan KTP-E tersebut dapat dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggungjawab untuk menggunakan hak pilih, meski di luar Sumatera Barat sekalipun.

“Meski KTP-E itu asal Sumatera Barat namun dapat digunakan untuk hak pilih di provinsi lain, khususnya memilih pasangan calon presiden dan calon wakil presiden. (002)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018