Kepala Dinas Pendapatan Kabupaten Pesisir Selatan Dasrianto Putra. (ist)



Pemkab Pessel Memaksimalkan Pajak Melalui Zonasi NJOP

PAINAN (SumbarFokus)

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat (Sumbar) bakal memberlakukan zonasi Nilai Jual Objek Pajak atau NJOP di daerah setempat guna memaksimalkan pajak pada sektor Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Pernyataan ini disampaikan Kepala Dinas Pendapatan setempat, Dasrianto Putra di Painan, Rabu (21/11/2018).
Ia mengatakan, awal tahun 2019 pihaknya akan menyusun zona NJOP per kecamatan, setelah selesai maka segera diberlakukan.

“Agar lebih kuat dalam pelaksanaanya zonasi NJOP iniakan dilahirkan dalam bentuk peraturan bupati,” katanya.


Ia mengatakan, di daerah setempat saat ini NJOP paling tinggi terdapat di Painan, Kecamatan IV Jurai dengan harga jual tanah per meter mencapai Rp14 ribu. Lalu di Mandeh, Koto XI Tarusan dengan harga jual per meter mencapai Rp13 ribu.

Harga ini kata dia menambahkan, meningkat sejak lima tahun terakhir semenjak kawasan Mandeh populer di kalangan wisatawan baik dalam maupun luar negeri,” katanya.

Ia menyebutm zonasi NJOP tidak hanya akan memaksimalkan pundi-pundi pendapatan asli daerah setempat namun juga akan menguntungkan masyarakat, baik sebagai pembeli atau penjual.

"Minimal zonasi NJOP bisa menjadi patokan ketika ada transaksi jual beli tanah, sehingga penjual atau pembeli tidak merasa dirugikan," katanya.

Dikatakanya, zonasi NJOP juga akan memudahkan pihaknya menentukan besaran BPHTB kepada masyarakat ataupun notaris yang sedang mengurus sertifikat tanah, hibah dan lainnya.

“Dengan rencana zonasi ini kami optimis pendapatan asli daerah di sektor itu akan meningkat hingga 50 persen. Bahkan pada tahun 2019 kami berani memasang target perolehan pajak sektor BPHTB sebesar Rp3 miliar, sementara target tahun ini hanya sebesar Rp2 miliar," katanya. (002)

Kita Peduli!

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2021