Selama ini, status pasar di Kabupaten Agam menjadi salah satu kendala tersendatnya pengembangan pembangunan pasar tersebut. (Foto: Anizur)


Ekonomi

Pemkab Agam Ajukan Anggaran Milyaran untuk Revitalisasi Pasar

Pemkab Agam Ajukan 4 Milyar Ubah Wajah Pasar Serikat Garagahan-Lubuk Basung

 

LUBUK BASUNG (SumbarFokus)

Akhirnya, ambisi Bupati Agam Indra Catri membangun Pasar Serikat Garagahan Lubuk Basung Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), bakal terwujud di akhir masa jabatannya. Pasar Padang Baru, yang terletak di jantung ibukota Kabupaten Agam, tahun depan juga akan direvitalisasi. Tentunya, ini nanti bisa menambah wibawa Kabupaten Agam sendiri.


Sebelumnya, diketahui, hasrat Indra Catri  membangun pasar tradisional di nagari-nagari di Kabupaten Agam selalu kandas, banyak yang tak bisa direalisasikan, pasalnya, semua tersandung dengan status pasar tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Agam Martias Wanto Dt. Maruhun, baru-baru ini, yang sempat merasa prihatin melihat kondisi pisik Pasar Serikat Garagahan-Lubuk Basung.

"Kalau memang telah ada kesepakatan dari pihak Nagari Lubuk Basung dan Garagahan, Insha Allah Pemkab Agam akan mengupayakan maksimal revitalisasi pembangunan pasar serikat itu melalui DAK 2020 nanti," ujar Sekda.

Sekda juga menyampaikan harapan agar nagari lain yang pasarnya belum direvitalisasi bisa meniru langkah yang dilakukan Nagari Garagahan dan Lubuk Basung.  

Program revitalisasi maupun pembangunan pasar tradisional sendiri sudah dilakukan Pemkab Agam setiap tahun.

"Satu persatu setiap tahun secara bergiliran, pasar-pasar tradional kita, dibangun bertahap, upaya tersebut dilakukan pemerintah daerah dengan tujuan menjadikan pasar tersebut berkualitas, bersih, nyaman serta lengkap, agar penjual dan pembeli nyaman bertransaksi disana" jelas Martias Wanto.

Dirinya berharap, usulan pembangunan ke-tujuh pasar tersebut terwujud seluruhnya, sehingga program yang sudah direncanakan Pemkab Agam bisa terlaksana sesuai program.

Martias Wanto membeberkan, dari tahun 2017 sampai 2019 Pemkab Agam sudah merevitalisasi sebanyak 15 pasar tradisional, baik melalui Dana Alokasi Umum (DAU) maupun dana kucuran dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

Niat Indra Catri ini bersamaan dengan impian masyarakat Lubuk Basung, yang ingin memiliki sebuah pasar representatif dan modern sejak dulu.

Sementara, Kepala Dinas Perindagkop UKM Agam, melalui Kabid Pasar, Reza Oktafiendi di sekretariat Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Agam, Jumat (16/8/2019) menyebutkan, dengan terpenuhinya syarat, dengan disepakatinya penyerahan hak pengelola pasar oleh Nagari Lubuk Basung bersama Garagahan tersebut kepada pemerintah Kabupaten Agam, tahun 2020, pasar tersebut bakal direvitalisasi dengan anggaran lebih dari Rp4 milyar.

Selain Pasar Serikat Garagahan-Lubuk Basung, yang diusulkan Pemkab. Agam, ada enam pasar tradisional lagi yang diusulkan bakal direvitalisasi tahun 2020, antara lain

Pasar Serikat Baso, Pasar Nagari Sungai Batang dan Pasar Duo Koto di Kecamatan Tanjung Raya, Pasar Batu Kambing di Ampek Nagari, Pasar Balai Panjang di Sungai Pua, Pasar Magek di Kecamatan Kamang Magek.

"Secara keseluruhan total biaya yang telah diusulkan untuk pembangunan tujuh pasar tersebut sekitar Rp25 miliar," ujar Reza.

Disebutkan, tahun 2017, ada lima yang dibangun dan diperbaiki, yakni Pasar Serikat Matur (DAK), Pasar Lawang Matur (DAU), Pasar Kayu Pasak Palembayan DAU), Pasar Balai Panjang Sungai Pua (DAU), Pasar Padang Tarok Baso (DAU).

Dilanjut tahun 2018, Pasar Malalak (DAK), Pasar Raba'a Tanjung Raya (DAK), Pasar Koto Tinggi (DAK), dan Pasar Palupuah (DAK), serta Pasar palembayan (DAK).

Sedangkan tahun ini, ada empat masih dalam tahap pekerjaan yakni Pasar Koto Alam (DAK), Pasar Serikat Pakan Salasa IV Koto (DAK), Pasar Balai Salasa Lubuk Basung (DAU), Pasar Kayu Pasak (DAU). (007)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018




      agam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *