Audiensi Gubernur Sumbar Mahyeldi dengan Dirjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI Mayjen Dadang Hendrayudha, Jumat (5/11/2021). (Foto: Ist.


Pemerintahan

Pembangunan Monumen Pengingat Peristiwa PDRI Sendat, Gubernur Minta Dukungan Kemenhan

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi meminta dukungan dari Kementerian Pertahanan RI untuk kelanjutan pembangunan Monumen Bela Negara di Koto Tinggi Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten Lima Puluh Kota, sebagai pengingat peristiwa sejarah PDRI.

"Peletakan batu pertama Monumen Bela Negara dilakukan pada 2012, namun sampai sekarang belum tuntas. Kami berharap dukungan dari Kememhan untuk kelanjutan pembangunannya," katanya saat beraudiensi dengan Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI Mayjen Dadang Hendrayudha di Kantor Dirjen Pothan, Jumat (5/11/2021).

Dikatakan, monumen itu adalah pengingat peristiwa sejarah saat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) menjadi penyambung nafas kedaulatan bangsa saat Agresi Belanda II. Ketika itu, Desember 1948, Belanda dengan cepat menguasai Yogyakarta melalui agresi II.

Pemimpin Indonesia, Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta, ditangkap bersama sejumlah tokoh seperti Sutan Sjahrir, Agus Salim, Mohammad Roem, dan AG Pringgodigdo. Namun Presiden Soekarno masih sempat memberikan mandat pada Syafruddin Prawiranegara untuk membentuk PDRI di Sumatera Barat guna mempertahankan kedaulatan RI.


Ditekankan, tanpa PDRI, Indonesia belum tentu sampai pada kondisi seperti saat ini. Oleh karena itu, Monumen Bela Negara memiliki arti penting sebagai pengingat perjuangan tersebut.

Mahyeldi mengatakan dalam rangka menyukseskan pelaksanaan Hari Bela Negara ke-73 pada 19 Desember 2021 akan diisi dengan berbagai acara antara lain Tour de PDRI, seminar, FGD, bakaba Bela Negara, Napak tilas, dan lain-lain yang dapat menciptakan semangat Bela Negara khususnya di kalangan pelajar dan milenial.

Sementara,Bupati Limapuluh Kota Syafaruddin mengatakan pembangunan monumen tidak hanya berperan guna pengingat sejarah tetapi juga dalam pengembangan kawasan segi tiga emas yang menghubungkan tiga Kabupaten yang berdekatan dengan lokasi Monumen Bela Negara, yaitu Kabupaten Agam, Pasaman, dan Lima Puluh Kota.

Tiga kepala daerah, dikatakan, telah menandatangani MOU untuk pengembangan pariwisata, pendidikan, koperasi dan UMKM,  serta sektor lain yang akan memicu pertumbuhan ekonomi masing-masing daerah dengan sumbunya terpusat di lokasi monumen.

Pada kesempatan itu, Dirjen Pothan Mayjen Dadang Hendrayudha menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Gubernur dan Bupati dalam upaya menumbuhkan semangat Bela Negara, rasa cinta terhadap bangsa dan tanah air, dan semangat rela berkorban.

Terkait kelanjutan pembangunan Monumen Bela Negara, Dirjen Pothan mendukung penuh penyelesaiannya. Ia merespon dengan cepat dan akan berkunjung ke lapangan yang direncanakan pada 19 November 2021.

Kita Peduli!

Dalam kunjungan itu Gubernur Sumbar didampingi Kaban Kesbangpol Jefrinal Arifin dan Kabid IWKKB Adi Dharma. Kegiatan itu sendiri diawali dengan olahraga sepeda pukul 06.30 - 07.30 di Kompleks Kementerian Pertahanan dan jalan utama Jakarta dan dilanjutkan dengan acara keakraban di Ruang Rapat Ditjen Pothan. (000/Adpim-Sumbar)

 

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2021




      pemprov-sumbar