Prosesi pemakaman jenazah PDP di Agam, Kamis (9/4/2020). (Foto: Ist.)


Peristiwa

Pemakaman Pasien PDP COVID-19 di Agam Diiringi Keluarga, 14 Hari ke Depan Keluarga Wajib Isolasi

Lubuk Basung (SumbarFokus) 

Prosesi pemakaman jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) Corona Virus Disease (COVID-19) di Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), diiringi isak tangis keluarga, Kamis (9/4/2020). Terlebih lagi saat sejumlah anggota keluarga menangis setelah dua petugas Rumah Sakit Ahmad Mochtar (RSAM) Kota Bukittinggi menggunakan alat pelindung diri lengkap menyerahkan jenazah kepada petugas pemakaman.

Ayah korban, Busri Tanjung di Lubuk Basung, mengatakan bahwa korban sudah lama mengidap penyakit Tuberkulosis (TB).

Ia mengatakan selama ini, anaknya rersebut berdomisili di Jakarta yang bekerja sebagai karyawan rumah makan. Sebelumnya, sang anak mengalami penyakit TB dan setiba almarhum pulang ke rumah dari Jakarta (15/3/2020), langsung berobat rutin ke di RSUD Lubuk Basung.


Pada Minggu (5/4/2020), anaknya dirujuk dari RSUD Lubukbasung ke RSAM Bukittinggi dan meninggal dunia di RSAM Bukittinggi pada Rabu (8/4/2020) pada pukul 04.00 WIB.

"Dimakamkan di pemakaman keluarga," imbuhnya.

Sementara, Kepala Puskesmas Manggopoh Lidia Irawati menambahkan seluruh keluarga dipantau petugas medis puskesmas.

"Keluarga melakukan isolasi diri di rumahnya untuk 14 hari kedepan," katanya.

Wali Nagari Manggopoh Rodwan menambahkan rumah almarhum disemprot cairan disinfektan dalam mencegah COVID-19.

"Kita menurunkan petugas untuk melakukan penyemprotan sekitar rumah almarhum," sebuntnya.

Kita Peduli!

Ia mengakui jumlah perantau Manggopoh pulang dari luar daerah 337 orang.

Pihak nagari membuat posko pencegahan COVID untuk mendata perantau yang pulang. (002)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018




      agamcovid19