Likuifaksi terjadi diawali dengan gempa terlebih dahulu. (Foto: Ilustrasi)


Bencana

Pakar: Likuifaksi Potensial Terjadi di Beberapa Titik di Sumbar

PADANG (SumbarFokus)

Dikemukakan oleh Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumatera Barat (Sumbar) bahwa potensi likuifaksi ada di sejumlah wilayah pesisir di daerah tersebut, dan kejadiannya dapat terjadi jika diawali dengan gempa.

Seperti dijelaskan oleh Ketua IAGI Sumbar Dian Hadiansyah di Padang, Sabtu (22/2/2020). pemetaan zonasi amplifikasi gempa dan likuifaksi sudah dibuat oleh Pemprov Sumbar dan untuk penanganan pascabencana saat ini berada di tangan BPBD.

Likuifaksi sendiri, dikatakan,  merupakan peristiwa keluarnya air tanah dari bawah permukaan yang disebabkan gempa berkekuatan tinggi. Gempa tersebut menyebabkan air tanah keluar dan membuat tanah wilayah di sekitarnya lunak seperti bubur dan membuat sejumlah bangunan amblas ke dalam tanah.


“Hal ini hanya terjadi di wilayah pesisir yang kontur tanahnya terdiri dari sedimen tebal, sedimen ini merupakan endapan batuan yang memiliki pori yang terdiri dari pasir, lumpur dan lainnya,” terang Dian.

Ia menegaskan likuifaksi tidak akan terjadi jika tidak didahului dengan gempa dan beberapa wilayah di Sumbar memang memiliki potensi terjadinya hal itu. Diungkapkan, beberapa wilayah yang pernah terjadi likuifaksi di Padang, contohnya, adalah daerah bawah jembatan Basko Hotel, Purus, Tabing dan lainnya.

Kota Padang sendiri berada di wilayah cekungan dan kontur tanah yang terdiri dari sedimen tebal yang berisikan air tanah. Di daerah ini, tanah yang digali dengan kedalaman satu setengah meter akan langsung bertemu air tanah.

“Pada gempa 2009, LIPI mencatat terjadi likuifaksi di Padang. Sebelumnya beberapa gempa pusatnya di laut berbeda dengan Palu karena pusat gempa di daratan dan tepat di daerah patahan,” kata Dian.

Dirinya berharap hal ini BPBD Sumbar dapat melakukan pencegahan dengan memberikan pemahaman terhadap masyarakat akan potensi likuifaksi tersebut.

“Selain Kota Padang beberapa wilayah juga berpotensi seperti wilayah lemah di sekitar patahan Sumatera seperi Sumani dan daerah yang punya air tanah melimpah,” tambah dia.

 

BPBD Padang sudah mengingatkan

Sementara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang telah mengungkapkan adanya potensi likuifaksi, terutama di daerah dengan radius 500 meter dari pantai di ibu kota Provinsi Sumatera Barat tersebut.

"Berdasarkan hasil kajian pakar dari Universitas Andalas kawasan di Air Tawar hingga Lubuk Buaya terdapat potensi likuifaksi," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Edi Hasymi di Padang, beberapa waktu lalu.

Dikatakan, terkait dengan potensi itu, penting untuk dilakukan antisipasi, sedangkan berdasarkan kajian kondisinya tidak separah di Palu. Menurutnya, sangat penting untuk menyadarkan masyarakat agar mengantisipasi potensi bencana alam tersebut.

"Jadi ini bukan untuk menakut-nakuti tetapi melakukan antisipasi sehingga masyarakat lebih siap jika ada bencana gempa untuk meminimalkan korban," ujarnya.

Dipaparkan, daerah di Air Tawar hingga Lubuk Buaya dahulunya rawa, sedangkan sekarang sudah berubah menjadi pemukiman masyarakat.

Sebelumnya, berdasarkan hasil penelitian dari Loka Riset Sumbar Daya dan Kerentanan Pesisir (LRSDKP) Kelautan dan Perikanan, Kota Padang memiliki tiga zona likuifaksi, yang terbagi berdasarkan potensi kerusakannya.

Menurut peneliti dari Loka Riset Sumbar Daya dan Kerentanan Pesisir (LRSDKP) Kelautan dan Perikanan Wisnu Arya Gemilang potensi likuifaksi, terutama di sepanjang pantai di daerah itu.

Berdasarkan penelitiannya di sejumlah daerah pantai terungkap wilayah pesisir Sumatera Barat didominasi pasir lepas dengan kedalaman muka air tanah sangat dangkal dan kepadatan yang lemah.

Bentuk butiran pasir yang seragam hingga beberapa kilometer dari bibir pantai, kata dia, menjadi ciri kondisi tanah yang berpotensi terjadi likuifaksi.

Ia membagi potensi likuifaksi di Padang menjadi sangat tinggi, sedang, dan rendah. Yang sangat tinggi berada di sepanjang pesisir, dan semakin ke timur potensinya menjadi kian rendah.

Diutarakan, saat gempa 2009 telah terjadi likuifaksi di kawasan Pantai Padang akan tetapi jika di Palu berbentuk aliran, di Padang bersifat ambles.

Ia merekomendasikan kawasan pantai tidak disarankan untuk didirikan bangunan besar. (001)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018




      bencanasumbar