dr. Andika Chandra Putra. (Foto: Ist.)


Gaya Hidup

Pakar: Kasus Meninggal Pasien COVID-19 Umumnya karena Faktor Risiko

JAKARTA (SumbarFokus) 

Kasus meninggal pada pasien yang terpapar penyakit COVID-19 pada umumnya disebabkan oleh adanya faktor risiko. Ini dijelaakan oleh dokter paru senior Rumah Sakit (RS) Persahabatan dr. Andika Chandra Putra, Kamis (9/4/2020). 

"Sejauh ini kebanyakan yang ada (red-penyakit) penyerta," sebutnya. 

Diakui, dirinya belum mengetahui secara pasti apakah seorang pasien meninggal akibat paparan virus SARS-COV-2, penyebab penyakit COVID-19, dengan tipe yang ganas atau ringan karena belum ada pemeriksaan lebih detail terhadap kemungkinan itu. Namun, dari pasien yang ia tangani selama ini, kasus meninggal akibat COVID-19 di Rumah Sakit Persahabatan pada umumnya disebabkan oleh faktor risiko yang menyertai pasien.


Dicontohkan, faktor risiko tersebut antara lain seperti usia lanjut di atas 50 tahun atau karena penyakit penyerta yang sudah ada lebih awal sebelum pasien terinfeksi COVID-19.

"Faktor risiko tersebut memperbesar risiko dan mempersulit pengobatan yang sejauh ini dilakukan dengan meningkatkan daya tahan tubuh. Jadi yang meninggal ini umumnya orang-orang yang memiliki faktor risiko seperti orang tua di atas 50 tahun atau punya penyakit penyerta seperti diabetes, hipertensi, asma, sehingga menyulitkan (pengobatan) dan membuat risikonya semakin besar," dia menguraikan.

Disebutkan, di RS Persahabatan ada juga yang meninggal di usia 34 tahun.

"Tapi itu karena dia punya penyakit penyerta," imbuh dia.

Pada pasien yang tidak memiliki faktor risiko, mereka sebagian besar dapat pulih seperti sedia kala karena memiliki daya tahan tubuh yang kuat sebagai kunci pemulihannya.

Namun, dia tidak menutup kemungkinan bahwa pasien COVID-19 yang tidak memiliki faktor risiko dapat meninggal karena kemungkinan terpapar virus SARS-CoV-2 dari tipe yang ganas.

Kita Peduli!

"Jadi ada (kemungkinan itu). Secara kimialogi memang umumnya SARS-CoV-2 ini 80 persen akan sembuh. Nah, kurang lebih 5 sampai 15 persen masuk ke kondisi berat dan kurang lebih 5 persen meninggal," katanya.

Ia mengimbau kepada seluruh kalangan dan kelompok masyarakat untuk tetap berhati-hati dan menaati seruan pemerintah untuk menjaga jarak dan sebisa mungkin tidak ke luar rumah guna menghindari paparan COVID-19. (002)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018