Kegiatan sosilisasi Peran Media Massa dan Lembaga Masyarakat untuk Mendukung Padang Kota Layak Anak, Senin (4/10/2021). (Foto: YEYEN)


Pemerintahan

Padang Kota Layak Anak, Pj Sekda: Kelurahan Percontohan Bisa Dibuat di Tiap Kecamatan

PADANG (SumbarFokus)

Penjabat Sekretaris Daerah Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Arfian, menegaskan bahwa anak berhak mendapat perlindungan dan berkembang kondusif sehingga bisa tumbuh dengan baik. Untuk itu, diperlukan kota yang layak anak, yang bisa mendukung tumbuh kembang anak.

Terkait ini, Arfian menyebutkan, berdasarkan informasi dan pengalaman yang selama ia dapatkan, sebagai kota layak anak tingkatan Nindya, Kota Padang sendiri masih bersifat top down. Oleh karena itu, perlu dilakukan inovasi, agar Padang menjadi kota layak anak sesuai yang diharapkan.

“Ke depan yg akan kita coba, bagaimana minimal di masing masing kecamatan ada satu kelurahan yang jadi percontohan sebagai layak anak,” sebut Arfian, di sela kegiatan sosialisasi Peran Media Massa dan Lembaga Masyarakat untuk Mendukung Padang Kota Layak Anak, Senin (4/10/2021) pagi.


Harapannya, dikatakan, agar Pemko Padang bisa memformulakan apa kegiatan yang baik untuk dilakukan, yang mendukung Kota Padang sebagai kota layak anak.

“Termasuk penganggaran. Pemko siap mendukung bagaimana ini tercipta,” ujarnya.  

Di sisi lain, Arfian juga menyingung pentingnya dukungan media massa dalam upaya menciptakan Kota Padang menjadi kota layak anak. Menurutnya, media massa perlu memberi wadah bagi anak untuk tampil. Agar anak diakui. Selain itu, media juga perlu mengampanyekan pola asuh yang benar terhadap anak.

“Pola asuh yang salah akan mempengaruhi masa depan anak,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Padang Edityawarman menyampaikan, penilaian kota layak anak itu butuh dukungan media.

Dikatakan, media perlu mendukung kegiatan, misalnya dalam menjaga koridor pemberitaan anak yang sesuai dengan kaidah jurnalistik.

Kita Peduli!

“Jika ada kasus anak, tidak mempublikasikan identitas, foto. Ini perlu dukungan dan kerjasama konkret. Begitu juga dari lembaga masyarakat,” sebutnya.

Kegiatan sosialisasi tersebut diisi juga oleh hantaran materi oleh sejumlah narasumber, yang salah seorangnya berasal dari kalangan media massa, jurnalis senior alumni program magister Universitas Andalas, Ikhwan Wahyudi. Dalam materinya, Ikhwan memaparkan kaidah-kaidah yang perlu diikuti oleh media massa dalam melakukan publikasi dengan objek seorang anak. Ikhwan memberi penekanan hal-hal yang perlu diperhatikan, agar publikasi yang melibatkan objek seorang anak tidak justeru menjadi boomerang bagi si anak itu sendiri nantinya. (003)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2021




      padangsumbar