Ketua DPD RI, OSO disampingi Rektor UNP Ganefri usai Dialog Nasional Pemilu 2019 di Auditorium UNP, Sabtu (23/2/2019). (Foto: Wahyu)


Politik

OSO Ajak Mahasiswa Cerdas Pilih Pemimpin

PADANG (SumbarFokus)

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Oesman Sapta Odang (OSO) mengajak seribuan mahasiswa di Kota Padang untuk memilih pemimpin yang amanah, bukan yang suka berbohong, fitnah, dan hoaks.

Ajakan itu disampaikan OSO dalam Dialog Nasional Pemilu 2019 yang Damai, Aman, Tertib, dan Badunsanak serta Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kerjasama Gebu Minang dengan Universitas Negeri Padang (UNP), di Kota Padang, Sabtu (23/2/2019).

"Jangan pilih calon pemimpin, yang di sini bicara itu, tapi di sana bicara ini. Orang Minang tidak seperti itu. Pilihlah pemimpin yang amanah," tegas OSO di hadapan seribu-an mahasiswa yang hadir.

Iklan Dalam Berita

Lebih tegas lagi, OSO mengajak mahasiswa dan tamu undangan yang hadir untuk cerdas dalam memilih calon pemimpin, yaitu pemimpin yang betul-betul mampu membangun bangsa. Tentu saja, kata OSO, calon pemimpin ini juga sosok yang memiliki hati ikhlas, tulus, bermarwah dan bermartabat.

Disebutkan, mahasiswa juga perlu memantau tahapan Pemilu 2019 agar berjalan dengan aman.

"Jangan pilih pemimpin yang suka menghina, menjelekkan, dan menjatuhkan orang lain, itu bukan karakter orang Minang," serunya.

OSO juga tegas menyarankan agar mahasiswa tidak terpengaruh dengan calon pemimpin yang tidak benar. Menurutnya, ada calon pemimpin yang ingin merebut kekuasaan dengan berbagai cara, termasuk dengan menggunakan uang.

Sementara, Anggota DPD RI, Leonardy Harmainy, yang turut menghadiri acara tersebut, menambahkan agar mahasiswa tidak mudah terhasut hoaks dan fitnah. Ia menyampaikan harapan agar sistem politik pada Pemilu 2019 di Indonesia, termasuk di Ranah Minang, bisa berjalan dengan baik, dengan tujuan pemimpin yang terpilih bisa membawa kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor UNP Ganefri juga turut merasa prihatin dengan banyaknya isu-isu negatif di tahun politik ini. Menurutnya, apabila masyarakat dan generasi muda, terutama mahasiswa, tidak mampu menjaring isu-isu dengan bijak, dikhawatirkan berdampak pada perpecahan bangsa Indonesia.

"Isu-isu negatif dan hoaks memang marak, terutama di media sosial. Kalau tidak hati-hati, informasi sampah yang ditelan akan berakhir dengan sampah pula. Jadi harus cerdas," ujarnya. (005)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018




Ada 112 Komentar untuk Berita Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *