Caleg DPR dari PKS, Nevi Zuairina saat ditanya awak media atas dugaan pelanggaran peraturan kampanye, Kamis (7/3/2019). (Foto: Wahyu)


Politik

Nevi Zuairina Tegaskan Tak Langgar Aturan Kampanye

PADANG (SumbarFokus)

Calon legislatif (Caleg) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nevi Zuairina mengatakan bahwa dirinya yakin tidak melanggar aturan kampanye. Penegasan itu diungkapkan Caleg DPR Dapil II Sumatera Barat (Sumbar) itu, terkait pemeriksaan oleh Bawaslu Kabupaten Limapuluh Kota dua hari yang lalu.

Dikatakan istri Gubernur Sumbar Irwan Prayitno ini, pihaknya sudah mengklarifikasi ke Bawaslu bersangkutan terkait tuduhan adanya agenda kampanye di lokasi pendidikan. Dari hasil klarifikasi itu, ia mengaku bahwa dirinya tidak melanggar peraturan kampanye.

“Kalau terkait tuduhan dan laporan pelanggaran kampanye itu, sudah diklarifikasi ke Bawaslu setempat. Setelah diperiksa sekitar empat jam, tidak terbukti saya melanggar kampanye,” sebut Nevi saat ditemui di Padang, Kamis (7/3/2019).


Lebih lanjut Nevi menjelaskan, bahwa adanya tuduhan dirinya melanggar kampanye Pemilu, dikarena disalahasumsikan oleh beberapa media. Ia menceritakan, awal mulanya tuduhan terjadi ketika dirinya melakukan kegiatan di Limapuluh Kota, dan diundang ke SMKN 2 Guguak untuk mengisi acara.

“Saya diundang ke SMKN 2 Guguak. Undangan itu saya terima, karena materinya sesuai dengan kepakaran saya, yakni terkait tentang sekolah ramah anak. Datanglah saya kesana, ternyata yang hadir guru-guru. Saya beri materi, lalu pulang. Udah begitu saja, bahkan setelah ada laporan, baru saya tahu foto saya beredar,” terang Nevi.

Berdasarkan pengakuannya, ia menyebutkan ada dua fotonya yang beredar, sehingga banyak yang salah asumsi. Masing-masing foto tersebut katanya, diambil di tempat yang sama, tapi pada waktu yang berbeda dan dalam acara yang berbeda pula.

“Hanya saja waktu ada foto kepala sekolah memegang kartu nama pencalegan saya. Padahal foto itu bukan ketika di acara seminar di SMKN 2 Guguak, karena saya pakai pakaian yang sama, jadi diasumsikan saya seolah-olah kampanye di sekolah. Pokoknya serulah,” ujar Nevi sambil ketawa.

Nevi juga mengaku tidak melanggar peraturan kampanye, bahkan ia yakin pencalonannya dalam kontestasi Caleg DPR tidak akan dicoret oleh Bawaslu, atau dijerat hukum pidana dengan ancaman dua tahun pencara. Hal ini karena pihaknya sudah mendapat informasi bahwa Bawaslu setempat tidak menemukan bukti pelanggaran.

“Usai klarifikasi, lalu Bawaslu rapat sorenya. Lalu mereka menginformasikan tidak ada pelanggaran. Informasinya lisan pakai perantara. Kita tinggal tunggu suratnya saja, kemungkinan minggu depan keluar,” aku Ketua Dharma Wanita Provinsi Sumbar itu.

Sementara Ketua Bawaslu Limapuluh Kota, Yoriza Asra mengatakan bahwa pihaknya belum mengeluarkan keputusan terkait hasil pemeriksaan istri Gubernur Sumbar itu. Alasannya, hasil pemeriksaan itu kata dia masih dibahas dengan Penegak Hukum Terpadu (Gakkumdu).

Ia memang mengakui bahwa, terkait hasil pemeriksaan tersebut akan bisa diketahui paling cepat minggu depan. Hanya saja, menurutnya secara etika kalau masih dalam proses, tidak boleh disampaikan kepada siapapun.

“Paling cepat Senin minggu depan hasilnya keluar. Etikanya kan kalau masih dalam proses, tidak boleh dikasih tahu, apalagi kepada terperiksa,” ujarnya Yoriza saat dihubungi.

Sebelumnya, Nevi Zuairina Caleg DPR dari PKS ini diperiksa Bawaslu Kabupaten Limapuluh Kota pada Selasa (5/3/2019), terkait adanya dugaan pelanggaran peraturan kampanye. Pemeriksaan itu dilakukan setelah mendapat laporan dari masyarakat setempat, bahwa Nevi kampanye di SMKN 2 Guguak pada 31 Januari 2019 yang lalu.

Selain istri Gubernur Sumbar itu, Bawaslu setempat juga telah memeriksa 12 kepala sekolah yang hadir pada kegiatan tersebut. Dari informasi yang didapat, dalam kegiatan tersebut adanya pembagian atribut kampanye, salah satunya dalam bentuk kartu nama. (005)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018