Caleg DPR RI fraksi PKS Nevi Zuairina didampingi kuasa hukumnya saat memberikan keterangan terkait keputusan Bawaslu Limapuluh Kota, di Padang, Rabu (13/3/2019). (Foto: Wahyu)


Politik

Nevi: Saya Dinyatakan Tidak Melanggar Aturan Pemilu

PADANG (SumbarFokus)

Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI Daerah Pemilihan II Provinsi Sumbar dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nevi Zuairina, menyebutkan telah menerima surat keputusan dari Badan Pengawas Pemilulu Limapuluh Kota yang menyatakan bahwa dirinya tidak terbukti melakukan pelanggaran Pemilu, sehingga proses hukum yang dijalaninya tidak dilanjutkan ke tahap penyidikan.

"Alhamdulillah, berkat kerja keras Bawaslu yang profesional dan proporsional, dengan Penegak Hukum Terpadu (red-Gakkumdu) Limapuluh Kota, akhirnya kebenaran terkuak. Saya dinyatakan tidak melanggar aturan Pemilu," ungkap Nevi di hadapan awak media, Padang, Rabu (13/3/2018) malam.

Atas hasil status temuan Bawaslu Limapuluh Kota itu, Nevi juga mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kinerja Gakkumdu setempat yang menanggapi laporan masyarakat mengenai dirinya. Ia juga menegaskan, sejak awal dirinya telah berkomitmen untuk taat sesuai aturan Pemilu dan undang-undang yang berlaku.


"Sejak awal saya tekankan kepada tim saya, agar tidak melanggar aturan Pemilu, seperti kampanye di sekolah, rumah ibadah, dan fasilitas pemerintah lainnya," tegas istri Gubernur Sumbar itu.

DIketahui, sebelumnya, Nevi Zuairina dilaporkan ke Bawaslu atas tuduhan melanggar aturan Pemilu. Laporan itu tertuang dalam surat No:002/TM/PL/Kab/03.10/11/2019, terkait pelanggaran tindak pidana Pemilu, karena berkampanye di kawasan pendidikan, dan melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) daerah setempat. Ketua Dharma Wanita Provinsi Sumbar ini dilaporkan telah melakukan kampanye di SMKN 2 Guguak Limapuluh Kota pada Selasa (31/1/2019).

Namun, setelah melalui proses panjang, wanita yang akrab dipanggil Nevi Irwan Prayitno ini akhirnya dinyatakan tidak bersalah. 

"Sudah terbukti, klien kami tidak bersalah, sebab yang dilaporkan hanya dugaan. Apalagi, beliau ini sangat hati-hati dalam segala hal, baik sebagai istri gubernur maupun dalam posisinya sebagai Caleg," ujar kuasa hukum Nevi, Zuhesni.

Dijelaskan,Nevi tidak terbukti melanggar unsur pidana Pemilu Pasal 280 Ayat 'h' Junto Pasal 521, Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Keputusan Bawaslu Limapuluh Kota itu tertuang dalam surat No:130/K.Bawaslu.SB-04/PM.05.02 tanggal 11 Maret 2019 tentang Pemberitahuan Status Temuan. (005)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018