Salah satu tambak udang vaname. (ist)


Ekonomi

Nelayan Padang Pariaman Didorong Membudidayakan Udang Vaname

PARIT MALINTANG (SumbarFokus)

Potensi budidaya udang vaname cukup besar di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar). Untuk itu, pemerintah daerah setempat mendorong nelayan di daerah tersebut untuk membudidayakan udang vaname sebagai usaha tambahan selain melaut.

Saat ini terdapat lima kecamatan yang berpotensi dikembangkan yaitu di Kecamatan Batang Anai, Ulakan Tapakis, Nan Sabaris, V Koto Kampung Dalam, dan Batang Gasan. Dimana lokasi ini pada 2017 mampu memproduksi 1.500 ton udang vaname.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Padang Pariaman Zainil di Parit Malintang, Selasa (28/8/2018) mengatakan, upaya budidaya udang vaname ini dilakukan agar ketika cuaca buruk nelayan masih bisa berpenghasilan.


"Potensi budidaya udang vaname cukup besar di daerah itu, apalagi nelayan kebanyakan bermukim di kawasan pantai bisa memiliki usaha ini," kata dia.

Ia mengatakan, usaha tambak udang ini memiliki potensi pasar yang besar dengan keuntungan yang menggiurkan. Namun katanya, modal pertama untuk budidaya udang vaname ini memang besar, tetapi modal ini biasanya akan kembali hanya dengan sekali panen.

“Satu tambak ukuran 20x20 diperlukan dana hingga 50 juta rupiah. Angka ini berlaku untuk modal pertama, sedangkan untuk tahap selanjutnya nelayan tinggal membeli bibit dan pakan,” kata dia.

Namun kata dia, dana tersebut bisa didapatkan melalui bantuan dari pemerintah, bantuan sosial perusahaan, dan pinjaman melalui koperasi.

"Langkah awal buat dulu koperasi nelayan. Kami yakin perusahaan dan bank akan mau memberikan pinjaman dana," kata Zainil.

Ia menegaskan, keyakinannya usaha itu akan berhasil karena Padang Pariaman berpotensi untuk budidaya udang vaname, apalagi lokasi tambak berada wilayah pantai yang dekat dengan permukiman nelayan.

"Nelayan jangan khawatir, sebenarnya usaha ini sebagai penambah penghasilan bagi nelayan, tanpa meninggalkan aktivitas utamanya," katanya.

Terkait dengan sistem pemberian pakan nantinya, kata Zainil, hal itu bisa diatur oleh kelompok, di antaranya dengan bergantian atau meminta anggota keluarga yang tidak melaut untuk mengerjakannya.

Namun kata dia, hingga saat ini dari lima kecamatan lokasi budi daya udang vaname di Padang Pariaman belum ada nelayan atau warga di daerah itu yang memiliki tambak udang tersebut.

Ia menyebutkan, tambak udang yang ada saat ini di daerah itu semuanya merupakan milik investor yang menanamkan modalnya di Padang Pariaman.

Agar jumlah tambak udang itu meningkat, Zainil mengimbau nelayan setempat ikut andil dalam pembudidayaan udang vaname tersebut.

Ia mengatakan, pihaknya siap memberikan pendampingan terhadap nelayan untuk budidaya udang ini. (002)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018