Nagari Maninjau gelar festival Tambua Tansa dan Silek tradisional se-kecamatan Tanjung Raya dan Matur di lapangan Nagari Maninjau dan SMKN 1 Tanjung Raya. Kegiatan berlangsung Rabu (1/5/2019) sampai Sabtu (4/5/2019). (Foto: Anizur)


Pariwisata

Nagari Maninjau Gelar Festival Tambua Tansa dan Silek tradisional

AGAM (SumbarFokus)

Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), termasuk kabupaten yang kaya akan warisan budaya dan kesenian leluhur yang unik dan menarik. Seperti Nagari Maninjau Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam, misalnya. Ada Tambua Tanda dan Silek yang khas serta sangat menarik untuk disaksikan.

Beberapa hari ini,  Festival Tambua Tansa dan Silek Tradisional dihelat di Nagari Maninjau. Sekop se-kecamatan Tanjung Raya dan Matur di lapangan Nagari Maninjau dan SMKN 1 Tanjung Raya, festival ini diikuti oleh perwakilan berbagai kompetitor. Dari hari Rabu (1/5/2019) sampai Sabtu (4/5/2019), festival diikuti sebelas grup peserta untuk Tambua Tansa.  Sedangkan untuk silek, ada sektiar 20 pasang peserta yang mengikuti.

Dijelaskan, festival tersebut diadakan guna melestarikan tradisi budaya masyarakat Salingka Danau Maninjau khususnya dan masyarakat Agam umumnya agar tidak hilang ditelan zaman. Kegiatan tersebut diprakarsai oleh Wali Nagari Maninjau bersama Lembaga Tuo Silek di nagari setempat.


Camat Tanjung Raya Handria Asmi mengatakan, selain memasyarakatkan seni budaya di Tanjung Raya melalui festival ini, khususnya di Nagari Maninjau, kegiatan ini juga menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus melestarikannya.

"Sehingga keberadaan seni budaya Minangkabau di nagari jadi suatu kebanggaan seperti sediakala," ujarnya.

Disebutkan, saat ini tidak banyak generasi yang mampu mainkan Tambua Tansa dan menampilkan silek.

“Seharusnya, yang semangat melestarikan seni budaya adalah generasi muda, karena mereka lah yang dapat mengembangkannya dalam jangka panjang,” sebutnya.

Festival ini juga diharapkan bisa memunculkan kembali semangat generasi muda untuk mambangkik batang tarandam, dalam melestarikan seni budaya yang jadi kebanggaan bagi orang Minangkabau.

Dijelaskan, selain untuk pertunjukkan, festival ini juga digunakan oleh panitia untuk menilai setiap grup Tambua Tansa dan silek. Bagi peserta yang dapat tampil dengan baik akan diberikan penghargaan. Untuk juara I Tambua Tansa diberikan hadiah Rp2 juta, dan Juara II diberikan Rp1 juta. Sedangkan dalam penampilan silek, untuk peserta terbaik I sampai V diberikan medali dan sertifikat. (007)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018




      agam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *