Gubernur Irwan Prayitno menandatangani peresmian Jembatan Kuranji, Padang, Selasa (9/2/2021). (Foto: Ist.)


Pemerintahan

Mulai Dibangun 2010, Jembatan Kuranji Akhirnya Diresmikan

PADANG (SumbarFokus)

Setelah sebelas tahun dinantikan, akhirnya pembangunan Jembatan Kuranji di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), selesai sudah. Selasa (9/2/2021), jembatan tersebut diresmikan oleh Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno.

"Proses pembangunannya dimulai sejak 2010, namun baru selesai pada 2021. Mungkin ini pembangunan jembatan terlama di Sumbar," kata Gubernur saat meresmikan jembatan sepanjang 160 meter menghubungkan Kecamatan Kuranji dengan Kecamatan Pauh itu.

Menurut Irwan, pembebasan lahan kerapkali menjadi kendala pembangunan infrastruktur di Sumbar. Namun dengan berbagai pendekatan baik secara persuasif maupun dengan hukum, pembangunan tetap bisa dilakukan meski kadang molor dari target.


"Sebenarnya negara memiliki UU Nomor 2 Tahun 2012 yang memungkinkan pembebasan lahan dengan konsinyasi atau penitipan uang ganti rugi di pengadilan. Tapi kita tetap mendahulukan upaya persuasif," Irwan menekankan.

Diawali dengan melakukan proses pembebasan lahan pada tahun 2014, kemudian dibangun pilar jembatan. Hingga tahun 2020, masih dalam proses pembebasan lahan dan penggantian bangunan yang memakan anggaran Rp11,2 miliar, Kemudian, untuk pembuatan jalan penghubung seluas 684 meter menelan biaya Rp39 miliar. Irwan Prayitno mengatakan total pembebasan lahan dan pekerjaan fisik hampir sebesar Rp50,3 miliar.

Ditegaskan, pembangunan infrastruktur seperti jembatan ini menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi yang pada ujungnya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu masyarakat diimbau untuk mendukung pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah.

"Untuk itu, masyarakat disini bisa melakukan pengawasan terhadap jembatan agar tidak ada yang mengambil pasir bisa yang mengakibatkan hancurnya jembatan," kata Irwan.

Sementara, Kepala Dinas PU PR Sumbar Fathol Bari mengatakan, pembangunan jembatan itu dibangun tiga tahap masing-masing bentang I dan II sepanjang 30 meter dan bentang III sepanjang 100 meter. Total panjang jembatan tersebut 160 meter.

"Total anggaran adalah 50,3 miliar untuk jembatan dan jalan penghubung sepanjang 684 meter," sebutnya.

Kita Peduli!

Jalan dan jembatan itu akan diberikan satu lapisan lagi sehingga bisa digunakan kendaraan dengan tonase maksimal 8 ton.

Wali Kota Padang Mahyeldi, dalam kesempatan itu, mengatakan bahwa pihaknya akan segera menganggarkan biaya pemeliharaan jembatan. Pihaknya juga akan menambah lampu di jembatan agar tidak digunakan sebagai tempat mangkal pasangan bukan mahrom.

Mahyeldi menyatakan sangat optimis bahwa jembatan ini akan memberikan manfaat besar dan menumbuhkan ekonomi baru, terutama pada akses Padang bagian Timur sampai ke Padang Pariaman.

"Hadirnya jembatan ini, otomatis akan menjadi urat nadi perekonomian. Kalau ekonomi berkembang, kesejahteraan masyarakat juga ikut meningkat,” ujarnya.

Walikota Padang mengatakan hadirnya jembatan ini berkat perhatian Gubernur Sumbar. Jembatan ini juga dapat memperlancar distribusi produk pertanian masyarakat di Kuranji.

"Alhamdulillah, berkat program Bapak Gubernur Irwan Prayitno yang terus peduli dengan masyarakat Sumbar, jembatan ini bisa kita gunakan," kata Mahyeldi. (002/000)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2020




      sumbar