Logo MUI. (Foto: Ist.)


Nasional

MUI: Tidak Boleh Melaksanakan Salat Jumat Secara Bergelombang

JAKARTA (SumbarFokus)

MUI telah mengeluarkan fatwa tentang tidak bolehnya melaksanakan sholat Jumat secara bergelombang karena tidak ada alasan syariah kuat yang membolehkan Jumatan dibagi dalam shift. Ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Anwar Abbas di Jakarta, Selasa (2/6/2020).

"Apalagi di dalam Al Quran kita diperintah Allah SWT bersegera ke masjid bila telah dipanggil melaksanakan salat Jumat," ungkap Anwar.

Dijelaskan, bagi umat Islam yang berusaha menunda atau melambatkan waktu Jumatan maka sama saja dengan melalaikan ibadah mingguan wajib bagi Muslim laki-laki itu. Menunda-nunda penyelenggaraan salat Jumat, ditegaskan, adalah tindakan yang sangat tercela dalam Islam.


"Jadi dengan kata lain kita tidak boleh melakukan sholat Jumat di masjid yang orang sudah selesai melaksanakannya di tempat itu," katanya.

Menurut Anwar, sebaiknya kendala keterbatasan kapasitas tempat ibadah saat wabah COVID-19 tidak memicu pelaksanaan Jumatan secara bergelombang. Alasan physical distancing tidak kuat karena jamaah bisa dan dibolehkan oleh agama untuk menyelenggarakan salat Jumat di luar masjid yang ada seperti di musala, aula, ruang pertemuan, sekolah atau bangunan-bangunan yang ada di sekitar masjid diubah menjadi tempat salat Jumat. Dan setelah lokasi yang bukan masjid dipakai Jumatan, harus dirapikan dan dikembalikan fungsinya sebagaimana semula.

"Kecuali kalau seandainya di daerah tersebut memang tidak ada lagi ruang yang bisa dipakai untuk salat Jumat atau karena di negara itu ada hukum dan ketentuan yang melarang orang beribadah di luar tempat ibadah yang ada maka itu berarti keadaan benarlah yang memaksa kita untuk melakukannya secara bergelombang," terang Anwar lagi.

Dan ditegaskan Anwar, di Indonesia tidak ada keadaan yang membuat salat Jumat dilaksanakan secara bergelombang. (002)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018




      agamanasional