Kabid Sejarah, Adat, dan Nilai Tradisi Dinas Kebudayaan Sumbar Fadhli Junaidi. (Foto: Ist.)


Lain-lain

Menuju Memory of World, Sumbar Akan Ajukan Tuanku Imam Bonjol ke IKON

PADANG (SumbarFokus)

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), melalui Dinas Kebudayaan Sumbar, berencana mengajukan sosok Tuanku Imam Bonjol untuk masuk dalam daftar Ingatan Kolektif Nasional (IKON), yang muaranya menuju ke Ingatan Kolektif Dunia atau Memory of World (MoW), UNESCO.

Dijelaskan oleh Kepala Bidang Sejarah, Adat, dan Nilai Tradisi Dinas Kebudayaan Sumbar Fadhli Junaidi, mewakili Kepala Dinas Gemala Ranti, menyampaikan pada SumbarFokus.com bahwa saat ini pihaknya telah sampai di tahap 80 persen pembuatan naskah.

“November besok rencananya sudah kita ajukan ke ANRI (red-Arsip Nasional Republik Indonesia), yang kemudian nanti jika lolos di ANRI maka pihak ANRI yang kemudian mengajukan ke MoW,” ujar Fadhli Junaidi.


Untuk pembuatan naskah, dijelaskan, diperlukan berbagai data seperti silsilah keluarga atau apapun yang terkait dengan kehidupan Tuanku Imam Bonjol. Saat ini, tim pembuat naskah terkendala beberapa hal, seperti belum diitemukan piagam Tuanku Imam Bonjol sebagai pahlawan nasional dan  beberapa kendala lainnya.

Tim pembuat naskah sendiri terdiri dari pakar yang berasal dari tiga universitas di Sumbar, yaitu Universitas Negeri Padang, Universitas Andalas, dan UIN Imam Bonjol.  

Menariknya, Tuanku Imam Bonjol merupakan sosok perdana yang diajukan oleh Sumbar untuk masuk dalam IKON, menuju MoW, Unesco. Ditargetkan, 2024 nanti ANRI sudah bisa mengajukan Tuanku Imam Bonjol ke MoW.

“Kalau sudah masuk IKON atau MoW, segala sesuatu menyangkut Tuanku Imam Bonjol ini nantinya bukan hanya jadi urusan Provinsi saja, tapi juga Pusat dan Unesco PBB, dunia. Tentunya bagi Sumbar ini merupakan dampak positif, selain harumnya nama Tuanku Imam Bonjol dan Sumbar sendiri di dunia,” sebutnya. (003)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2021




      sumbar