Baktiar dianiaya karena melakukan sosialisasi tentang COVID-19 terhadap warganya. (Foto: Ist.)


Peristiwa

Mengajarkan Warga akan Bahaya COVID-19, Seorang Kepala Kampung di Pessel Malah Dianiaya

PAINAN (SumbarFokus)

Kepala Kampung Koto Rawang, Nagari Lakitan Timur, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), dianiaya usai dirinya menyosialisasikan bahaya virus Corona jenis baru atau COVID-19.

"Kepala Kampung Koto Rawang, Baktiar Buyung mengalami luka lebam di bagian mata dan jempol tangannya terkilir akibat penganiayaan tersebut," kata Wali Nagari Lakitan Timur Amril di Lengayang, Jumat (3/4/2020) malam.

Saat ini, Baktiar berada di Puskesmas Kambang untuk mendapat sejumlah penanganan dari petugas medis.


Penganiayaan terhadap yang bersangkutan bermula ketika ia menyosialisasikan bahaya COVID-19 ke salah satu warung di kampung setempat.

Saat itu, dirinya melihat sekelompok remaja tengah bermain  domino sambil merokok. Ia pun  menegur serta mengarahkan agar mereka pulang dan tidak lagi mengulang perbuatan itu. Setelah itu,  melanjutkan sosialisasi ke warung lainnya.

Selang tidak berapa lama, istri dari pemilik warung pertama mengejarnya kemudian meluapkan kekecewaan pada Baktiar karena merasa dirugikan telah membuat pelanggan warungnya kabur.

Marah-marah, perempuan itu menyatakan akan mengadukan perbuatan Baktiar ke paman remaja yang tadi ia bubarkan.

Tak mengindahkan apa yang disampaikan perempuan itu karena keselamatan warga jauh lebih berharga, Baktiar meneruskan sosialisasi ke warung-warung berikutnya hingga menjelang sore, dan ia pun pulang.

Di rumah, tiba-tiba E (55) datang dan menyuruhnya untuk datang ke tempat warung perempuan tersebut. 

Kita Peduli!

Setibanya di warung yang dimaksud, E langsung menganiaya Baktiar yang dinilai telah berbuat tidak patut pada keponakannya.

"Karena kondisi Baktiar terlihat lemas usai kejadian kami pun langsung melarikan yang bersangkutan ke Puskesmas Kambang, dan kejadian ini juga sudah kami laporkan ke Polsek Lengayang" tutup Amril.

Sebelumnya, Kepala Bagian Humas dan Protokoler Pesisir Selatan, Rinaldi menyebut pemerintah kabupaten setempat memperkuat lagi sosialisasi bahaya COVID-19 terhitung sejak kemarin Kamis (2/4/2020) hingga sepekan kedepan.

Hal tersebut dituangkan dalam surat dengan nomor : 130/574/KSB-Pol/IV/2020, salah satu poinnya ialah mendorong peran camat dan forkompinca bersama aparatur nagari untuk memperkuat sosialisasi. Amanat ini yang dijalankan Baktiar. Bermaksud baik menyelamatan nyawa banyak orang dari ancaman COVID-19, dirinya malah dianiaya oleh warga. (002)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018