Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumbar Candra. (Foto: Yeyen)


Ekonomi

Masyarakat Diimbau Belanja Kebutuhan Pangan di Toko Tani

PADANG (-)

Di suasana wabah sekarang ini, di mana ancaman penyebaran COVID-19 senantiasa mengintai, Pemerintah menerapkan imbauan untuk masyarakat melakukan social distancing dan physical distancing. Pasar-pasar mulai sepi didatangi pembeli, karena memang masyarakat diharapkan meminimalisir pergerakan dan kontak sosial.  Dalam situasi ini, berbelanja di toko tani merupakan satu solusi.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumatera Barat Candra, baru-baru ini.

Dijelaskan, toko tani Sumbar yang disebut dengan Rumah Tani Indonesia Center, beralamat di Jalan By Pass Km 15 Aia Pacah Padang, Sumbar, merupakan sentra kebutuhan pangan yang menyajikan harga terbaik. Bahkan, ada layanan antar ke rumah, di nomor WhatsApp 0822-8646-5823, yang bisa dihubungi konsumen.


“Ini juga merupakan metoda untuk menjembatani bagaiamana pemasaran berjalan sebagaimana mestinya. Terutama mengingat, kondisi sekarang ini, di mana berbelanja ke pasar juga diminimalisir oleh masyarakat untuk social distancing,” ujar Candra.

Dengan adanya toko tani ini, dikatakan, permasalahan pemasaran petani Sumbar di tengah masa pandemi bisa mendapat solusi. Bagi konsumen juga demikian, di saat harus social distancing, toko tani menawarkan layanan antar belanjaan sehingga pembeli tidak harus pergi berbelanja dalam kerumunan.

“Untuk toko tani se-Sumbar, ada sekitar 91 unit. Selama ini masyarakat kan senang belanja ke pasar. Ini momen untuk memanfaatkan toko tani. Kita sudah rapat beberapa kali dengan Kabupaten/Kota untuk menindaklanjuti,” terang Candra.

Disampaikan, Kabupaten/Kota diharap bisa memanfaatkan keberadaan toko tani ini untuk membantu pemasaran petani sekaligus memenuhi kebutuhan konsumen. Selain itu, Kementerian Pertanian juga punya program pemberdayaan ojok online, di tengah situasi pandemi ini, dalam mengantarkan pesanan pembeli di toko tani.

“Dengan demikian, para pengemudi ojol juga mendapat kehidupan dari sini. Pertanian berjalan juga dengan normal,” imbuh Candra lagi.

 

Kita Peduli!

Produksi pertanian Sumbar masih normal

Di sisi lain, Candra menyampaikan bahwa kegiatan pertanian secara umum di Sumbar saat ini masih berjalan seperti biasa. Petani masih bekerja, dan lahan masih produktif.

Bahkan sejak Maret kemarin, ungkap Candra, panen padi sudah mulai dilakukan hampir di seluruh kabupaten di Sumbar.

“Karena masa pertanaman kita sudah dimulai di November-Demseber, sehingga ini masanya memanen. Di Pasaman kemarin contohnya, di Panti Rao, 1200 hektare lahan padi dipanen dalam tempo satu minggu. Karena pakai teknologi, maka hasilnya juga bagus, mencapai 7,8 ton. Jika tidak pakai teknologi, biasanya 4,5-5 ton saja,” terang Candra.

Yang jadi masalah sekarang ini, dikatakan, adalah kondisi terbatasnya ruang gerak konsumen di pasar karena memang didasari imbauan Pemerintah, sementara kebutuhan pangan tetap harus dipenuhi.

Untuk masalah seperti ini lah salah satu solusinya toko tani. Selain itu, Candra menegaskan juga adanya imbauan Gubernur untuk daerah menyerap hasil pertanian lokal.

“Sesuai juga dengan imbauan Gubernur, Pemkab dan Pemko diharap bisa menutupi keterbutuhan pangan masyarakatnya. Produksi masih ada, otomatis petani sulit menjual jika tidak dibantu menyerap, sedangkan masyarakat juga butuh pangan,” tuturnya.

Terkait harga, Candra menyebutkan, di saat sekarang ini masih relatif normal.

“Yang bermasalah hortikultura, terutama yang cepat rusak, seperti tomat dan cabai. Kita sengaja membuat luas tanamnya terkendali,” kata Candra.

Ditambahkan, ada petugas informasi pasar yang berjumlah 20 orang pengamat di Kabupaten/Kota. Masing-masing mereka memberi laporan dengan sampel 3-4 pasar.

“Dari laporan mereka, tidak ada yg menyatakan harga jatuh atau naik. Harga relatif normal. Tapi pemasaran hari sepi iya, karena pasar dibatasi. Saya tidak nyatakan tidak perlu khawatir, tapi sampai sekarang belum ada laporan kesulitan permasalahan utk pemasaran hasil panen,” ujarnya. (003)

 

 

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018