Dalam peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) 2018 beberapa waktu lalu, di Kabupaten Agam ditandai dengan simulasi penanganan dan penanggulangan bencana gempa bumi disertai tsunami. (ist)



Masyarakat Agam Diimbau Tingkatkan Kesiapsiagaan Diri dan Keluarga

LUBUKBASUNG (SumbarFokus)

Masyarakat Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) diingatkan agar memiliki kesiapsiagaan diri dan keluarga untuk mengantisipasi potensi bencana alam yang kerap melanda daerah itu.

Peringatan yang disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) daerah setempat itu mengingat daerah tersebut merupakan daerah rawan bencana seperti, longsor, gempa bumi, erupsi gunung, banjir dan tsunami

Kepala BPBD Agam Muhammad Lutfi Ar didampingi Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Yunaidi di Lubukbasung, Senin (22/10/2018), potensi bencana itu sangat tinggi karena daerah itu mempunyai dataran tinggi, dataran rendah hingga gunung api aktif.


“Untuk itu, kesiapsiagaan diri sendiri itu sangat penting agar tidak menjadi korban bencana nantinya. Pokoknya selalu tingkatkan kewaspadaan dengan cara menghindari daerah rawan saat curah hujan tinggi dan menggungsi ke daerah lebih aman saat gempa bumi melanda daerah itu," kata dia.

Bila terjadi bencana, kata dia menambahkan, kesiapsiagaan diri dan keluarganya sangat menentukan agar tidak menjadi korban.

Ia mengatakan, dengan kondisi Agam yang rawan bencana alam itu pembelajaran tentang kebencanaan perlu diberikan setiap sekolah dan warga.

“Untuk menyikapi itu, BPBD setelah telah melakukan sosialisasi dan simulasi gempa, tsunami dan bencana lainnya. Sosialisasi dan simulasi ini kita lakukan untuk menindaklanjuti imbauan dan edaran Gubernur Sumbar tentang perlunya kesiapsiagaan dengan memperhatikan beberapa alat sarana dan prasarana kebencanaan," katanya.

Muhammad Lutfi Ar menyebutkan, pada Sabtu 20 Oktober 2018 lalu, pihaknya baru saja  melakukan sosialisasi dan simulasi gempa bumi kepada 224 siswa SDN 24 Taluak Ampel Suku, Kecamatan Banuhampu.

"Nagari Taluak ini sering diguncang gempa bumi karena berdekatan dengan Gunung Marapi," katanya.

Kita Peduli!

Ia mengatakan kegiatan sosialisasi dan simulasi gempa tersebut melibatkan 14 guru dan masyarakat sekitar. (002)

 

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2020