Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit menyuapi anak SD dalam kegiatan Gerakan Masyarakat Makan Ikan 2019 di Padang, Senin (15/7/2019). (Foto: Wahyu)


Pemerintahan

Masuk 10 Besar Nasional, Konsumsi Ikan di Sumbar Meningkat

PADANG (SumbarFokus)

Konsumsi ikan di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) masuk dalam 10 besar pengonsumsi ikan tertinggi di Indonesia. Hanya saja hingga saat ini masih di bawah konsumsi nasional yakni 41 kilogram/kapita per tahun.

Terkait hal itu, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit sangat mengapresiasi. Bahkan ia berpendapat konsumsi ikan seharusnya menjadi menu utama dalam keluarga karena mengkonsumsi ikan akan berdampak positif pada pertumbuhan fisik, otak, dan kesehatan.

“Kita senang masyarakat mulai gemar makan ikan, karena gizinya banyak, dan bikin cerdas. Mungkin itu juga menyebabkan Saya bisa jadi wakil gubernur,” selorohnya pada kegiatan Gerakan Masyarakat Makan Ikan (Gemarikan) 2019 di Padang, Senin (15/7/2019).


Menurutnya, kegemaran makan ikan ini perlu ditingkatkan, baik bagi masyarakat daerah pesisir pantai, maupun daerah daratan. Apabila kebutuhan ikan laut kurang, masyarakat bisa memanfaatkan ikan air tawar di sungai atau kolam untuk dikonsumsi.

“Biasanya daerah pinggiran laut, seperti Pesisir Selatan memang gemar makan ikan. Saat ini Payakumbuh konsumsi ikannya juga mulai tinggi, kita harapkan daerah lain juga bisa,” kata Nasrul.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Yosmeri menyebutkan, konsumsi ikan di Sumbar meningkat luar biasa. Bahkan tahun ini angka konsumsinya sudah mencapai 38,2 kilogram/kapita pertahun.

“Tahun lalu baru 24,5 kilogram/kapita pertahun, dan sekarang meningkat, meskipun secara nasional masih rendah dari 41 kilogram/kapita,” ungkapnya.

Meskipun bangga atas pencapaian ini, baginya peningkatan konsumsi ikan tidak terlepas dari kolaborasi Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Nasional (Forikan) Sumbar, mulai dari tingkat nagari, kecamatan, kabupaten hingga provinsi.

Pihaknya ke depannya terus melakukan berbagai upaya sosialisasi agar konsumsi ikan di Sumbar bisa mencapai rata-rata nasional. Terutama penyebaran informasi manfaat konsumsi ikan, hingga pengolahan berbagai menu berbahan dasar ikan.

“Kita terus lakukan sosialisai kepada masyarakat di 19 kabupaten dan kota, agar gemar memakan ikan. Manfaatnya banyak, sehat, dan mendapatkannya juga lebih mudah,” kata Yosmeri.

Dengan peningkatan konsumsi ikan ini, ia berpendapat tidak terlalu memengaruhi stok ikan di Sumbar. Pasalnya, selama ini ketersediaan ikan di Sumbar mencukupi, bahkan ikan tawar seperti nila, emas, gurami dan lainnya bisa dijual ke enam provinsi lainnya.

“Kalau ikan laut, kita saling mensuplai dengan provinsi lain. Kalau ikan tawar kita banyak, bahkan sekarang daerah daratan seperti Limapuluh Kota, Bukttinggi, dan Solok Selatan konsumsinya juga meningkat,” ujarnya.

Sementara, Ketua Forikan Sumbar Nevi Zuairina menyampaikan, lautan Indonesia termasuk Sumbar lebih luas dibanding dengan dataran. Semestinya hal ini harus dimanfaatkan agar masyarakat bisa mengonsumsi makan setiap hari.

Ia berpendapat, saat ini konsumsi ikan di Sumbar meningkat luar biasa dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini menandakan Gemarikan mulai diterima masyarakat. Apalagi dengan mengonsumsi ikan bisa menghasilkan manusia yang unggul, kuat, dan berkarakter.

“Maka untuk menyiapkan generasi masa depan, bisa dimulai dari mengunsumsi ikan. Tentu hal ini dimulai dari keluarga di rumah, agar selalu menyiapkan menu ikan di meja makan,” ungkap Nevi.

Terkait dengan kegiatan Gemarikan 2019 ini, diisi dengan berbagai lomba. Diantaranya, Lomba Forikan Tingkat Nagari/Kelurahan, Lomba Impementasi Gemrikan Kurikulum PAUD se-Sumbar, Lomba Masak Serba Ikan, Lomba Inovasi Masakan Berbahan Ikan, dan Lomba Jingle Gemrikan, serta Bazar produk olahan ikan. (005)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018