Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit saat pembukaan Munas-BUMDes 2018, di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Senin (27/8/2018). (Foto: Wahyu)


Nasional

Masih Ada 18 Nagari di Sumbar Sangat Tertinggal

PADANG (SumbarFokus)

Pemerintah Provinsi (Pemrov) Sumatera Barat (Sumbar) saat ini tengah menggiatkan pembangunan desa atau nagari di berbagai wilayah Sumbar. Upaya ini sebagai bentuk komitmen membangun daerah yang dimulai dari pinggiran secara merata.

“Kami di Pesisir Selatan (Pessel) tahun 2010-2015 mampu memekarkan nagari, hingga saat 182 nagari berada di Pessel atau sebesar 35 persen dari jumlah nagari di Sumbar,” kata Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit dalam sambutannya di pembukaan Musyawarah Nasional Badan Usaha Milik Desa (Munas-BUMDes) 2018, di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Senin (27/8/2018).

Sayangnya, dari penuturan Nasrul, sebanyak 928 jumlah keseluruhan nagari di Sumbar masih terdapat 18 nagari sangat tertinggal, dan 198 nagari dinilai tertinggal. Selebihnya, 16 nagari mandiri, 212 nagari maju, dan 484 nagari berkembang.


“Para bupati mestinya tahu daerahnya yang masih terbelakang, terisolir, dan tertinggal. Tolong datang ke Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sumbar, jika ingin tahu,” tegas Nasrul di hadapan ribuan peserta Forum BUMDes saat itu.

Wagub Sumbar melanjutkan, 18 nagari yang sangat tertinggal itu harus ditangani agar pulih dan tidak ada lagi nagari yang dinilai tertinggal di Sumbar.

Upaya yang dilakukan, kata dia, yakni dengan fokus pembangunan infrastruktur, sarana prasarana, ekonomi, serta hak dasar bagi warganya.

“Kita selalu berupaya agar 18 nagari sangat tertinggal itu menjadi fokus pembangunan, agar nagari tersebut bisa sejajar dengan desa/nagari yang telah maju,” sebutnya.

Ia bertakad untuk menuntaskan daerah yang sangat tertinggal ini dengan sering terjun langsung ke daerah pelosok. Tujuannya untuk mengetahui persoalan di daerah yang bersangkutan.

Nasrul Abit berharap adanya sinergisitas dengan Pemkab agar kebutuhan mendasar dalam pembangunan nagari bisa berjalan dengan baik.

“Ada 2,5 triliun rupiah dana desa yang masuk ke Sumbar selama tiga tahun ini, kemudian juga masuk 11 miliar dana BUMDes. Mari bekerjasama dalam mengelola dana ini dengan baik serta peduli dengan daerah yang tertinggal,” ajak Nasrul.

Menyikapi hal itu, Rektor UNP, Prof. Ganefri, Ph.D menyampaikan, pihaknya berupaya mengirim mahasiswa ke desa atau nagari yang tersebar di wilayah Sumbar. Pengiriman mahasiwa ini  kata dia, dalam bentuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) dalam tiga kali setiap tahun.

“Saat ini jumlah mahasiswa kita 39 ribu orang, kita berusaha mengirim 8.000 mahasiswa setiap tahunnya ke desa atau nagari seluruh Sumbar. Dengan harapan mahasiswa itu bisa membawa pembaharuan bagi desa atau nagari tertinggal,” sebut Ganefri.

Sementara Ketua Pelaksana, Dr. Ernawati, Ph.D menambahkan, Munas BUMDes ini merupakan kerjasama BUMDes dengan UNP sebagai salah satu perguruan tinggi untuk desa. Munas ini dihadiri 500 dari Mendes, 926 kepala desa/walinagari, 1.500 mahasiswa UNP, serta 38 boot kewirausahaan.

“Munas BUMDes ini mulai sejak 27-29 Agustus 2018 di dua tempat, yakni Auditorium UNP dan Kawasan Wisata Mandeh Terpadu Pessel,” sebutnya. (005)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018