Mantan Wakil Presiden RI ke-6 Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, memberikan sambutan usai Pengukuhan Pengurus Dewan Harian Daerah (DHD) Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Sumbar Masa Bakti 2018-2023 di Padang, Selasa (27/8/2019). (Foto: Wahyu)


Nasional

Mantan Wapres RI Try Sutrisno Ingatkan Pentingnya Kekuatan Ideologi Pancasila di Sumbar

PADANG (SumbarFokus)

Sejatinya ideologi Pancasila merupakan anugerah dan hidayah yang diberikan Tuhan kepada Indonesia. Kekuatan Pancasila mampu menyatukan seluruh nusantara dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pernyataan itu disampaikan Mantan Wakil Presiden RI ke-6 Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, usai Pengukuhan Pengurus Dewan Harian Daerah (DHD) Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Sumbar Masa Bakti 2018-2023 di Padang, Selasa (27/8/2019).

Dengan alasan itu, menurutnya Pancasila sudah mutlak menjadi landasan hidup bernegara. Keberadaan Pancasila harus dipertahankan, dan tidak ada yang boleh menggantikannya dengan ideologi sesuatu apapun.


"Semangat dan perjuangan harus selalu dikobarkan. Kita harus teguh pada Pancasila, dan tidak boleh lengah," kata Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno yang lahir di Surabaya Jawa Timur, zaman Hindia Belanda itu. 

Mantan Wakil Presiden RI ke-6 itu berpendapat, dalam usia 74 tahun kemerdekaan ini, posisi Indonesia dalam persimpangan jalan. Beragam corak ideologi mulai menggerogoti Pancasila yang selama ini telah merekat segala perbedaan di Tanah Air.

Menurutnya, saat ini banyak orang Indonesia sudah mulai melupakan Pancasila. Sebaliknya orang-orang liberal sudah mulai mengusik, mengotak-ngotak antar suku, agama, RAS, sehingga sering menimbulkan gesekan-gesekan antar sesama.

“Kita Indonesia ini harus kompak, kuat. Meskipun kenyal, tapi kita Indonesia ini pejuang dan petarung. Apabila kita terpecah belah, negara Asing pasti mengambil alih. Apalagi China dan Amerika,” ungkapnya.

Ketua Kehormatan DHD Badan Pembudayaan Kejuangan 45 itu berpesan, agar semua generasi bisa mewarisi nilai-nilai perjuangan pahlawan terdahulu. Apalagi, kemerdekaan Tanah Air bukanlah hasil mengemis, atau hadiah dari bangsa lain, tapi kemerdekaan yang diperjuangkan.

“Merdeka NKRI ini direbut, yang menumpahkan semangat, harta, jiwa, dan darah. Termasuk di Minangkabau ini. Saya imbau, generasi muda jangan berhenti berjuang. Kemerdekaan bukan hanya diperingati, tapi juga dipertahankan,” tegas Panglima ABRI ke-7 itu.

Ia juga menceritakan, zaman dahulu atribut perjuangan sangatlah indah sebagai motivasi untuk mencapai kemerdekaan. Semua generasi muda bisa menjadi pejuang, bukan hanya aparat TNI, baik polisi, nelayan, petani juga bisa menjadi pejuang.

Organisasi TNI-Polri itu hanyalah alat, tapi seorang pejuang sebenarnya itu ada pada hati dan jati dirinya, bukan pada atribut yang dipakainya,” ujar Try Sutrisno.

Sementara Jenderal TNI (Purn) Agustadi Sasongko Purnomo didampingi Jenderal TNI (Purn) Widjojo Soejono juga menambahkan, bahwa 74 tahun kemerdekaan Indonesia hendaknya bukan hanya memeringati. Dengan usia 74 tahun ini, hendaknya menjadikan generasi muda berjuang lebih.

“Merdeka bukan berarti berhenti berjuang. Setiap wraga negara berkewajiban untuk mengembangkan SDM untuk Sumber Daya Alam, serta mempertahankan kemerdekaan. Jadi masa bakti sekarang, mula bangkitnya institut perjuangan terdahulu,” pungkasnya.

Sebelumnya dalam kesempatan itu, Try Sutrisno mengukuhkan kepengurusan DHD Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Sumbar 2018-2023, Ketua Umum Mayjen TNI (Purn) H Amril Amir, Ketua Harian Drs H Syamsu Rahim St Mudo, dan Sekretaris Umum Dr Ardizal Rahman.

DHD Pembudayaan Kejuangan 45 Sumbar ini terdiri dari beberapa bidang, yakni Bidang Organisasi, Pembudayaan Nilai Kejuangan Bangsa Indonesia, Politik dan Hukum, Ekonomi Kesra, Sosial Budaya, Hankam, serta Informasi dan Komunikasi. (005

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *