Enam orang pelajar SMA sederajat digiring petugas Satpol PP Padang di kawasan Gunung Pangilun Padang, Selasa (6/11/2018). (Ist)


Pendidikan

Main Domino Saat Jam Sekolah, Enam Pelajar Digiring Satpol PP

PADANG (SumbarFokus)

Enam orang pelajar di kawasan Gunung Pangilun Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), digiring oleh petugas Satpol PP setempat ke Markas Komando (Mako) Satpol PP Kota Padang, Selasa (6/11/2018).

Keenam pelajar SMA sederajat itu kedapatan bermain domino di salah satu warung milik warga yang tidak jauh dari rel kereta api di Jalan Gajah Mada Gunung Pangilun Padang.

“Petugas kita menagkap mereka sekira pukul 11.45 WIB, ketika asyik main batu domino di salah satu warung milik warga setempat,” kata Kepala Satpol PP Kota Padang Yadrison saat dimintai keterangan, Rabu (7/11/2018).


Keenam pelajar tersebut kata Yadrison, diduga bolos pada jam proses belajar mengajar (PBM) berlangsung. Pasalnya, saat dilakukan penertiban oleh Petugas Penegak Perda Pemko Padang tersebut diketahui masih dalam suasana jam sekolah.

Yadrison menerangkan, keenam pelajar tersebut terpaksa digiring ke Mako Satpol PP beserta barang bukti berupa satu set batu domino yang digunakan. Sesampainya di Mako Satpol PP pelajar yang kedapatan main domino tersebut diberi pembinaan.

"Adapun bentuk pembinaan yang diberikan berupa penghormatan terhadap Bendera Merah Putih dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersamaan, dan selanjutnya keenam pelajar tersebut didata oleh petugas," katanya.

Dari pendataan itu kata dia, diketahui mereka merupakan pelajar dari salah satu sekolah negeri di Kota Padang. Proses lebih lanjut orangtua dan pihak sekolah mereka kita panggil,” ungkap Yadrison.

Terkait penertiban keenam pelajar tersebut, Kepala Satpol PP Kota Padang ini menghimbau kepada orangtua agar lebih aktif mengawasi perilaku anaknya. Begitu pula bagi pihak sekolah juga diimbau agar ikut serta mengawasi peserta didik yang ada di lingkungan sekolah.

“Orangtua dan pihak sekolah harus mengawasi siswanya, jangan sampai mereka pergi ke sekolah tapi tidak masuk untuk belajar, malahan keluyuran nanti berujung tawuran tegas,” imbau Yadrison.

Kita Peduli!

Pada hari yang sama kata Yadrison, ia juga menangkap seorang pedagang asongan (penjual kanebo) di kawasan Jalan Proklamasi Kecamatan Padang Timur. Alasannya, pedagang tersebut berjualan di perapatan lampu merah di wilayah setempat.

Menurut Yadrison, langkah tersebut dilakukan sebagai edukasi bagi seluruh pedagang agar tidak berjualan di sembarang tempat. Apalagi masih banyak tempat berjualan tanpa harus mengganggu ketertiban umum. (005)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2021