Koordinator Aksi Muhammad Jalaludin Al Farizi menyampaikan poin-poin tuntutan Mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang, Selasa (10/9/2019). (Foto : Mimi)


Pendidikan

Mahasiswa UIN IB Padang Menuntut Transparansi Anggaran

PADANG (SumbarFokus)

Ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol (IB) Padang melakukan aksi di depan gedung Rektorat UIN IB dengan tuntutan 13 point penting, salah satunya transparansi keuangan kampus selama masa jabatan Rektor Eka Putra Wirman.

Koordinator aksi Muhammad Jalaludin Al Farizi mengatakan, tidak ada kejelasan fungsi Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dibayarkan mahasiswa setiap semester dari pihak rektorat. Sehingga menimbulkan ketidakpercayaan dari mahasiswa terhadap rektor. UKT setiap semester yang dibayarkan mahasiswa, disebutkan, terbilang mahal.

"Kami butuh kejelasan keuangan kampus, kami membayar UKT mahal-mahal, tapi pembangunan dan fasilitas kampus sangat minim," kata Muhammad Jalaludin Al Farizi dalam orasinya sejak pukul 08.00 WIB di depan rektorat.


Mahasiswa jurusan Jinayah Syayasah Fakultas Syariah UIN Imam Bonjol Padang 2016 itu mengatakan, besaran UKT yang dibayarkan mahasiswa selama ini tidak seimbang dengan fasilitas kampus yang diterima. Selain UKT, mahasiswa juga membayar almamater dan kartu mahasiswa.

"Pada aksi ini Kami mempertanyakan, kemana fungsi UKT yang Kami bayarkan setiap semester, karena Kami bayar UKT, dan Negara juga kasih uang untuk kampus. Kemana perginya anggaran-anggaran yang ada, tidak pernah diberitahukan kepada kami. Jadi, Kami tidak percaya lagi. Kami curiga dan berharap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI mengusutnya," tambah dia.

Tidak hanya tuntutan UKT, sarana dan prasarana yang ada di kampus masih kurang memadai sehingga harus diperbaiki secepatnya oleh pihak kampus. Fasilitas belajar, ditekankan,  kurang.

Dalam orasinya, disebutkan bahwa selama peralihan IAIN menjadi UIN, kampus Islam terbesar di Sumbar itu tidak ada kemajuan.

"Jangankan membangun kampus untuk kuliah, tempat wudhu dan WC kampus saja kumuh. Hanya gedung rektorat yang diperbaiki, sedangkan kami minta seluruh ruang kuliah diperbaiki segera," tuntutnya yang disambut teriakan mahasiswa.

Rektor UIN Imam Bonjol Padang Eka Putra Wirman menanggapi tuntutan tersebut.  mengenai UKT mahal yang dituntut mahasiswa, UKT UIN Imam Bonjol disebutkan merupakan yang paling rendah dibandingkan seluruh UIN yang ada.

"Kami dari pihak rektorat, bisa memberikan data bahwa UKT yang berlaku disini paling rendah jika dibandingkan seluruh UIN yang ada di indonesia, ini kan lembaga Negara yang mempunyai sistem. Mana ada transparansi di jalanan," tanggap Eka

Eka menyebutkan, mahasiswa boleh cari data terkait UKT, kemudian membandingkannya. Diuraikan , Biaya Kuliah Tunggal (BKT) seluruhnya Rp8 juta, tapi mahasiswa hanya bayar kisaran Rp2 juta. Menurut Eka, ini sangat murah.

Ia menjelaskan, permasalahan fasilitas yang dituntut mahasiswa, dana untuk membangun terbatas, sebab tidak ada dana APBN yang dianggarkan untuk pembangunan.

"Kami bisa memberikan data fungsi dana untuk pembangunan. Dan juga kami siap untuk diperiksa seperti tuntutan mahasiswa tadi. Secara umum saya mengapresiasi, ini juga bisa menjadi pembelajaran bagi mahasiswa, selain memakai fisik juga memakai rasio," jelasnya. (013/005)

 

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *