Suasana rapat pemaparan terkait angka pengangguran di Kantor BPS Sumbar di Padang, Senin (5/11/2018). (Foto: Wahyu)


Ekonomi

Lulusan Diploma Mendominasi Pengangguran di Sumbar

PADANG (SumbarFokus)

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) Sukardi memaparkan bahwa jumlah pengangguran di Sumbar setahun terakhir bertambah sebanyak 2.980 orang. Berdasarkan data yang dihimpun BPS tersebut didominasi lulusan diploma sebesar 13,7 persen.

“Data hingga Agustus 2018, dari 141 ribu penganggur di Sumbar sebanyak 13,7 persen lulusan diploma, kemudian lulusan SMK 9,60 persen, dan S1 9,56 persen," kata Sukardi pada SumbarFokus.

Menurut Sukardi, tingginya angka pengangguran ini diakibatkan berbagai faktor. Misalnya terbatasnya lowongan pekerjaan, selektif memilih bidang pekerjaan, atau melanjutkan studi dulu. Apalagi dikatakannya saat pendataan juga bertepatan pada musim wisuda.


Selain itu kata dia, tingginya pengangguran bagi lulusan diploma dan SMK juga disebabkan lapangan kerja bagi tamatan tersebut masih sangat rendah. Sementara bagi lulusan SD atau SMP lebih menerima pekerjaan apapun.

“Selektif mencari kerja itu wajar, bahkan memang perlu. Tapi apabila lapangan kerja yang terbatas, maka pihak terkait dan berwenang perlu mencari solusi. Kalau tamatan SD mereka cenderung kerja apa saja, makanya hanya 2,10 tingkat penganggurannya,” papar Sukardi.

Kemudian kata Sukardi, tingkat pengangguran di daerah perkotaan lebih tinggi dibandingkan dengan pedesaan. Tercatat hingga Agustus tahun 2018 jumlah pengangguran diperkotaan sebesar 6,71 persen, sedangkan untuk di pedesaan sebesar 5,54 persen.

"Apabila kita bandingkan dengan tahun 2017, pengangguran di perkotaan mengalami peningkatan sebesar 0,08 poin, dan pedesaan mengalami penurunan 0,08 poin," kata dia.

Semetara itu kata Sukardi, untuk Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) naik sebesar 0,97 poin dari TPAK tahun 2017. Akibatnya penduduk yang telah bekerja juga mengalami peningkatan sebanyak 68,46 ribu orang menjadi 2,55 juta orang.

Hingga Februari 2018 penyerapan tenaga kerja masih didominasi oleh masyarakat berpendidikan SMP ke bawah sebanyak 1,4 juta orang atau 57,10 persen,” sambungnya.

Kita Peduli!

Kemudian dari total 2,41 juta jiwa penduduk bekerja sebanyak 1,55 juta orang atau 64,52 persen bekerja di sektor informal, atau naik sebesar 0,13 poin. Dia juga menyebutkan angkatan kerja penduduk rata-rata berusia 15 tahun ke atas.

“Sebesar 9,62 persen setengah menganggur yang kini turun 2,15 poin, dan 23,28 persen kerja paruh waktu naik 0,86 poin. Namun dalam setahun terjadi penurunan tingkat pengangguran terbuka 0,03 poin," pungkasnya. (005)
 

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2021