Juri lomba burung berkicau sedang melakukan penilaian terhadap kicau burung kelas murai batu. (ilustrasi)


Pariwisata

Lomba Burung Berkicau Menunjang Pariwisata Solsel

PADANG ARO (SumbarFokus)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) telah melakukan berbagai langkah untuk menunjang kepariwisataan daerah itu, salah satunya mengalokasikan anggaran untuk lomba burung berkicau.

Ini dikatakan Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria di Padang Aro, Senin (8/10/2018). Bahkan kata dia, pada hari Minggu (7/10/2018) telah pula diadakan lomba burung berkicau yang digelar Muaro Labuah Bird Club (MBC).

“Pesertanya hampir seluruh Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat bahkan ada pesertanya juga datang dari Provinsi Jambi. Kami siap mendukung kegiatan ini dengan anggaran," kata Muzni Zakaria.


Ia menegaskan pemerintah daerah mengapreseasi kegiatan ini karena selain ajang silaturahim juga untuk memperkenalkan pariwisata Solok Selatan kepada peserta lomba burung berkicau yang datang dari berbagai daerah, dan diharapkan bisa menjadi iven berkelanjutan.

Pada kesempatan itu Muzni Zakaria yang hadir pada lomba itu juga memperkenalkan berbagai objek wisata kepada peserta dan pengunjung seperti Kawasan Saribu Rumah Gadang, Hot Waterboom, Tubing, wisata air terjun dan goa batu kapal.

Saat itu Muzni mengajak peserta lomba untuk berkunjung ke objek wisata Solok Selatan sebelum pulang, apalagi lokasi lomba kicau mania ini dekat dari Kawasan Saribu Rumah Gadang, katanya.

Sementara itu Ketua Panitia Lomba Burung Berkicau MBC Solok Selatan Hendra Syahputra menyebutkan para peserta lomba datang dari Provinsi Jambi, yaitu dari Kabupaten Muaro Bungo, Kerinci, Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Bangko, dan dari hampir seluruh daerah di Sumbar.

Dikatakannya, saat itu tampak antusias peserta yang datang ke lomba burung berkicau MBC Solok Selatan cukup tinggi.

“Dari enam kelas burung dan 17 kompetisi perlombaan yang diadakan semuanya terisi," kata Hendra Syahputra.

Ia menyebutkan, ada enam kelas burung yang dipertandingkan dalam perlombaan itu, yaitu murai batu, kacer, kapas tembak, kenari, love bird dan CH Polos.

“Dari enam kelas ini ada 17 kompetisi dengan kelas utama ada dua jenis yaitu murai batu dan kacer,” katanya.

Dikatakannya, pada iven ini untuk kelas utama ada murai batu dan kacer memperebutkan hadiah masing-masing Rp3 juta, dan memperebutkan hadiah lainnya dengan total Rp40 juta. (002)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018