Ketua LLDikti Wilayah X Herri saat menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana dan Tasyakuran Angkatan XI STKIP Adzkia Padang, Kamis (15/8/2019). (Foto: Wahyu)


Pendidikan

LLDikti Wilayah X Sebut APK Indonesia Masih Rendah

PADANG (SumbarFokus)

Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah X Herri menyebutkan Angka Partisipasi Kasar (APK) di Indonesia saat ini masih di angka 34 persen. Jumlah tersebut sangat rendah dibanding Malaysia yang sudah di angka 50-an persen.

Pernyataan itu disampaikan Herri usai menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana dan Tasyakuran Angkatan XI STKIP Adzkia Padang, Kamis (15/8/2019). Dia menyampaikan harapan agar perguruan tinggi swasta (PTS) harus lebih berbenah diri.

“Dengan Singapura jangan dibanding, kita kalah jauh. Apalagi dengan Korea sudah 92 persen. Kita hanya di atas Timor Timur dan Vietnam. Tapi target pemerintah bisa meningkat ke 50 persen. Jadi memang harus ada upaya bersama,” ujar Herri.


Menurutnya, selain perguruan tinggi negeri (PTN), pemerintah harus memberikan perhatian khusus kepada PTS, tanpa memandang sebelah mata. Pasalnya, 60 persen penghasil sarjana di tanah air masih berasal dari PTS, sedangkan 40 persen dihasilkan PTN.

“Sekarang, pemerintah berusaha menghilangkan dikotomi PTN dan PTS. Jika tidak, rugi. Sebab swasta lebih banyak. Pengakuan dan fasilitas yang diberikan pemerintah hampir sama, contohnya beasiswa. Tinggal bagaimana masing-masing membuktikan kualitas,” terangnya.

Ia juga menyarankan kepada PTS, agar lebih membuka diri untuk akses program studi. Terutama program studi yang dibutuhkan industri dan masyarakat saat ini. Misalnya, program studi science, teknologi, engenering, dan matematika (STEM).

Sebelumnya, Ketua STKIP Adzkia Padang Anwar mengungkapkan, pihaknya lebih fokus pada peningkatan SDM. Dengan upaya untuk meng-upgrade kompetensi tenaga pendidik. Minimal tahun 2025 setidaknya akan menghasilkan 25 dosen bergelar doktor.

“Wisuda saat ini 65 orang, dengan keseluruhan alumni sudah 671 orang. Tapi kita terus meningkatkan dan menjamin mutu lulusan,” sebutnya.

Sementara Pendiri Yayasan Adzkia Sumbar, Irwan Prayitno menyampaikan, lulusan STKIP Adzkia memang berbeda dibanding dengan perguruan tinggi lainnya. Meskipun lulusannya sedikit, tapi lebih berkarakter, terutama dalam hal keagamaan.

“Setiap lulusan minimal wajib hafal Quran satu juz. Mahasiswa memang dibentuk lebih berwawasan dan berkarakter Islami,” pungkas Irwan yang juga Gubernur Sumbar itu. (005)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018