Gubernur Sumbar Mahyeldi mengecam aksi ledakan bom di Gereja Katedral Makassa. (Foto: Ist.)


Lain-lain

Kutuk Keras Pemboman Gereja Katedral di Makassar, Gubernur Sumbar: Diharamkan oleh Agama Islam

AGAM (SumbarFokus)

Atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar), Gubernur Sumbar Mahyeldi menyatakan rasa belasungkawa yang mendalam atas kejadian ledakan bom di Gereja Katedral Makassar. Menurutnya, ini merupakan duka bagi seluruh bangsa Indonesia.

"Kita berharap kepada aparat bisa mengungkapkan dalang pelaku pengeboman bunuh diri ini dan bisa di hukum sesuai aturan yang berlaku," ujar Mahyeldi.

Ditegaskan, ia mengutuk keras aksi ledakan bom tersebut, dan menekankan bahwa hal itu jelas tidak bisa dibenarkan, dan diharamkan oleh agama Islam atau agama apapun.


"Peristiwa tersebut penting diusut tuntas dan terbuka, agar tak terulang, dan agar tak jadi fitnah," ujarnya.

Mahyeldi meminta kepada masyarakat Sumbar, terkait hal ini, tidak menyangkutkan peristiwa yang terjadi dengan kondisi, agama, maupun suku tertentu.

"Mari kita jaga dan kita rawat kesatuan berbangsa dan negara, jangan sampai kita terpecah belah, karena kita adalah NKRI dengan bergandeng tangan, terorisme dan kekerasan yang merusak kerukunan bangsa ini adalah musuh kita bersama," ajaknya.

Diketahui, peledakan bom tersebut terjadi pada pukul 10.28 WITA, Minggu (28/3/2021), di pintu gerbang masuk Gereja Katedral yang beralamat di Jalan Kajaulalido, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar. (000)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2020




      sumbar