Wagub Sumbar Nasrul Abit. (Fot0: Ist.)


Lain-lain

Koperasi dan UMKM Terpuruk karena Pandemi, Pemprov Sumbar Komit Perkuat Kembali

PADANG (SumbarFokus)

Keberlangsungan koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Sumatera Barat (Sumbar), dikatakan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, mendapatkan dampak akibat COVID-19. Namun demikian, kondisi keterpurukan ini tidak akan dibiarkan begitu saja. Pemerintah Provinsi, ditegaskan Wagub, optimis bahwa daerah ini akan bangkit dan bisa melewati masa sulit, serta koperasi dan UMKM beraktivitas dan berinovasi dalam tananan kenormalan baru.

Ini disampaikan Nasrul Abit ketika diskusi Webinar Series UNIDHA “OKE OCE’, baru-baru ini.

“Pandemik COVID-19 ini sangat berdampak terhadap sektor koperasi dan UMKM, di samping juga sektor-sektor lain. Tentu saja Kita tidak bisa terus larut dalam kondisi ini. Kita harus bangkit dalam tatanan baru. Kita akan perbaiki semua lini yang terdampak. Namun yang lebih penting juga, protokol kesehatan harus benar-benar diterapkan. Waktu terus berjalan, kita mesti tidak larut dalam kondisi ini, butuh bangkit dan berbuat sesuatu dan kembali bekarya,” tuturnya.


Untuk mengatasi persoalan penjualan produk UMKM yang sejak tiga bulan terakhir terdampak COVID-19, disebutkan, dilakukan langkah seperti membuka peluang untuk kunjungan wisatawan. Untuk ini, ditetapkan syarat yang ketat, antara lain ada surat keterangan bebas COVID-19 untuk penumpang pesawat, dan mematuhi protokol kesehatan, yaitu menggunakan masker, jaga jarak, cuci tangan, dan standar kesehatan lainnya.

“Dengan dibukanya kembali kunjungan wisata, maka akan memberikan harapan kepada UMKM bahwa produknya akan terjual. Pasar modern dan tradisional, juga dibuka dengan aturan protokol kesehatan,” ujar Nasrul Abit.

Selain itu, Pemprov Sumbar juga mendorong UMKM melakukan pemasaran secara online. Cara ini, juga menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan angka penjualan. Kemudian, di sisi peningkatan kebutuhan permodalan, Pemerintah Provinsi juga sudah menyiapkan paket kebijakan.

“Semasa COVID-19 ini, produksi menjadi terhambat karena keterbatasan pergerakan pelaku usaha, akses pengiriman bahan baku terbatas, biaya mahal, akses bekerja dan tenaga kerja terhalang, sarana dan prasarana berproduksi terbatas. Ke depan, Pemerintah akan mendorong agar proses produksi bisa maksimal,” ujar Nasrul Abit.

Ditekankan, program prioritas Pemprov Sumbar untuk membangkitkan sektor koperasi dan UMKM ini, beberapa di antaranya, adalah menyatukan semangat bersama melalui Gerakan Bela Beli Produk UMKM Kita. Ini digemakan tak hanya di wilayah Sumbar, melainkan juga di luar Sumbarm yaitu kepada para perantau Minang, sesuai dengan imbauan Gubernur.

Kemudian, peningkatan kemitraan dengan seluruh stakeholder dan peningkatan aksi pembiayaan juga akan diupayakan.

Kita Peduli!

“Kita akan mengupayakan untuk pemberdayaan atau pendampingan, dan memfasilitasi UMKM dengan menetapkan kawasan sentra UMKM pasca-COVID-19, mendorong terbentuknya klaster UMKM hulu dan hilir, menjadikan cikal bakal koperasi dengan instansi terkait, serta sinkronisasi dan koordinasi tim percepatan akses keuangan daerah,” ujar Wagub lagi.

Ditegaskan, Sumbar butuh bangkit dan berbuat sesuatu, semuanya kembali berkarya.

“Beraktifitas dalam budaya baru bersahabat dengan COVID-19. Penarapan standar protokol kesehatan sangatlah penting. Tidak ada yang tidak mungkin. Jika, semua kita disiplin menjalankan protokol kesehatan. Kita optimis, perekonomian kita akan bangkit kembali,” tukas Wagub. (000)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2020