Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit dan Bupati Agam Indra Catri saat rapat persoalan Danau Maninjau, Senin (8/3l4/2019). (Ist)


Ekonomi

Kondisi Mengkhawatirkan, Keramba di Danau Maninjau akan Dikurangi

LUBUK BASUNG (SumbarFokus)

Kondisi Danau Maninjau Agam, Sumatera Barat (Sumbar), saat ini sangat mengkhawatirkan, salah satunya karena jumlah keramba ikan yang banyak. Dengan jumlah keramba yang banyak isi keramba tak kalah banyak, kotoran pakan ikan di dasar danau semakin menumpuk.

Berdasarkan hal tersebut, Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar Nasrul Abit akan mengambil langkah mengurangi jumlah keramba apung yang ada di permukaan danau. Pasalnya, hingga saat ini jumlah keramba sekitar 17.500. Rencananya akan dikurangi kenjadi 6.000 keramba saja.

"Tujuannya untuk mengurangi kotoran di dasar danau yang terus menumpuk," kata Nasrul dalam rapat tindak lanjut penanganan Danau Maninjau, Senin (8/4/2019) di Kantor Bupati Agam.

Iklan Dalam Berita

Dijelaskan Nasrul, pembongkaran keramba tersebut direncanakan mulai Juni atau Juli tahun ini. Bagi keramba yang tidak jelas kepemilikannya, akan dibongkar. Nantinya kegiatan pembongkaran keramba ini akan melibatkan tim provinsi, kabupaten, serta TNI dan Polri.

Kemudian, sebelum adanya pembongkaran, pemerintah daerah harus melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat. Tujuannya agar tidak terjadi keributan dan kesalahpahaman, sebab selama ini keramba itu sebagai mata pencaharian bagi masyarakat setempat.

"Jangan sampai terjadi keributan. Tapi kita tetap ingin masyarakat tahu bahwa kebersihan Danau Maninjau penting bagi kita semua," ujarnya.

Salah satu upaya yang harus ditempuh, yakni membentuk tim kecil yang terdiri dari jajaran Pemprov dan Pemkab terkait. Setelah dibentuk, tim ini akan bertugas menginventarisasi seluruh permasalahan, jumlah, dan pemilik keramba yang ada.

Selanjutnya, seluruh pemangku kepentingan, baik Forkopimda Pemprov, Forkopimda Agam, tokoh agama, tokoh adat, serta peneliti melakukan kajian atau pertimbangan aspek maupun dampaknya. Bahkan, bila perlu harus dibentuk payung hukumnya.

"Jangan sampai, ketika melakukan action di lapangan, bertentangan dengan hukum. Jadi sebelum penertiban, harus duduk bersama dulu," terang Nasrul.

Sementara, Bupati Agam Indra Catri menjelaskan, langkah awal dalam penyelamatan Danau Maninjau ini sudah dilakukan. Salah satunya, dengan membersihkan pinggiran danau, sekaligus untuk memberikan lapangan kerja alternatif kepada masyarakat.

"Dana untuk pembersihan ini diambil dari anggaran sembilan nagari di sekitaran danau. Mereka sudah mulai bergerak menjaga kebersihan danau," kata Indra.

Ia menjelaskan, apabila permasalahan ini selesai, ke depannya diharapkan Danau Maninjau bisa menjadi penggerak ekonomi bagi masyarakat setempat. Misalnya, dengan menggalakkan sektor pariwisata, serta membangun sektor industri pengolahan ikan.

"Saat ini kita sudah mambangun dermaga-dermaga di setiap nagari, untuk mendukung pariwisata Danau Maninjau ke depan," tukasnya. (005)

 

 

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *