Komplotan begal yang dalam aksinya bertindak sadis ditangkap oleh jajaran Polresta Padang, salah seorang di antaranya harus ditembak terukur di bagian kaki karena melawan petugas. (Foto: Ist)


Hukum

Komplotan Begal Sadis di Padang Ditangkap, Salah Seorang Pelaku yang Napi Asimilasi Didor!

PADANG (SumbarFokus)

Tim Opsnal Satreskim Polresta Padang terpaksa menembak satu dari lima pelaku begal sadis yang meresahkan warga Kota Padang saat ia mencoba melawan petugas dan melarikan diri, Kamis (7/5/2020). Pelaku tersebut langsung dibawa kerumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar. Pelaku yang ditembak adalah napi asimilasi yang baru keluar dari Lapas KLS II A Muara Padang. 

Kelima pelaku begal tersebut langsung dibawa ke Polresta Padang untuk didata dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Lokasi penembakan dan penangkapan bertempat di SPBU Sawahan, Kelurahan Sawahan Timur, Kecamatan Padang Timur.

Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda menjelaskan, penangkapan komplotan begal sadis tersebut bermula saat Dantim Buser Opsnal Satreskrim Polresta Padang Aipda David Rico Darmawan mendapat informasi bahwa akan ada transaksi motor curian. Timnya pun kemudian bersiap untuk melakukan penangkapan.


Petugas kemudian menyamar jadi pengendara ojek online. Saat melakukan pemantauan, petugas kemudian mengamati dua pelaku masing-masing bernama YA (22), warga Purus, dan MYP (20), warga Lubuk Lintah, datang ke  SPBU Sawahan datang menghampiri petugas yang menyamar. Tak membuang kesempatan, polisi langsung menangkap kedua pelaku beserta barang bukti motor yang dibawa keduanya.

Dalam proses penangkapan, salah seoranmg pelaku mencoba melawan petugas dan melarikan diri. Bereaksi cepat, petugas langsung melakukan tindakan tegas dengan menembak pelaku di kakinya, sesuai dengan aturan.

Dibantu oleh jajaran Polsek Padang Timur, kedua pelaku langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumbar, dan satu pelaku langsung diinterograsi terkait tindak kejahatan mereka. Dari hasil interogasi, terungkapkan orang-orang yang terlibat dalam komplotan, yaitu RF (22), AP (19), dan R (22).

Lagi-lagi tak menunggu lama, pihak polisi langsung mendatangi para pelaku dan menangkan mereka di kawasan Purus. Di sana petugas berhasil mengamankan alat-alat untuk membegal seperti celurit dan alat senjata tajam lainnya. 

"Salah satu pelaku mencoba melawan petugas dan melarikan diri, terpaksa pelaku ditembak kakinya. Pelaku yang ditembak merupakan napi asimilasi yang baru keluar," kata Rico. 

Sekarang, kelima orang pelaku mendekam di sel kantor polisi.

Kita Peduli!

"Sampai saat sekarang,  Kita masih melakukan penyelidikan akan kasus ini apakah mereka punya komplotan lain. Untuk saat ini, sudah enam napi asimilasi yang sudah kita tangkap kembali," ungkapnya 

Ditekankan, kepolisian tidak akan main-main terhadap napi asimilasi yang dilepaskan karena COVID-19, data dari ratusan napi yang dilkeluarkan tersebut sudah ada dengan Polisi. 

Ditegaskan, polisi tidak akan segan bertindak terhadap para napi asimilasi. Buktinya, dari enam napi asimilasi yang ditangkap lagi oleh Polresta Padang, tiga di antaranyan dilumpukan dengan tembakan terukur di bagian kaki. (005)

 

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018