Ilustrasi uji usap. (Foto: Ist.)


Lain-lain

Klaster Baru COVID-19 Sumbar Tempat Kerja, Gubernur Wajibkan Uji Usap bagi ASN dari Perjalanan Luar

PADANG (SumbarFokus)

Penambahan COVID-19 di Sumatera Barat (Sumbar) beberapa hari belakangan menunjukkan grafik meningkat. Tanggal 29-31 Juli, secara berturut-turut, terjadi penambahan kasus sebanyak 16, 17, dan 41 orang. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, yang kemudian mengintruksikan kepada-kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengingatkan dan selalu mengarahkan staf di lingkungan kerja masing-masing agar mematuhi protokol kesehatan.

"Sekarang sudah muncul klaster baru di tempat kerja yang selama ini belum bermunculan. Klaster baru tersebut diantaranya salah satu BUMN, BUMD dan Kampus. Beberapa daerah pun berubah status dari hijau jadi kuning atau orange dan kemungkinan ada nantinya masuk ke zona merah kalau tidak segera dikendalikan" jelas Irwan dalam instruksi tertulisnya kepada seluruh kepala OPD Pemprov Sumbar, Jumat (31/7/2020).

"Agar kepala SKPD dalam lingkup pemerintah Provinsi Sumatera Barat segera menindaklanjutinya. Jangan lalai dan anggap sepele. Bila ada kelalaian dan berakibat adanya konfirmasi positif di lingkungan kerja maka akan ada peringatan dari kami unsur pimpinan," ujar gubernur dengan tegas.


Peningkatan jumlah kasus ini juga banyak berasal dari mereka yang datang dari perjalanan luar Sumbar. Oleh karena itu, Gubernur menyatakan mewajibkan para ASN yang datang dari luar Sumbar untuk di-uji usap, terutama yang melalui udara dan darat.

"Berdasarkan tracking dan tracing, sebagian besar yang terpapar berasal dari luar Sumbar, imported case. Untuk itu, ASN yang tiba dari zona merah, seperti Pulau Jawa dan beberapa provinsi lainnya, wajib test PCR, gratis tak ada biaya. Lindungi dan selamatkan keluarga serta rekan kerja. Saya minta kepala SKPD mengatur teknisnya," pesan gubernur diakhir instruksi tertulisnya di group  WA SKPD Provinsi Sumbar.

Ditegaskan juga, seluruh ASN yang baru pulang dari luar daerah, sebelum keluar hasil test PCR nya, dilarang masuk kantor dan hal ini agar jadi perhatian penting oleh seluruh Pimpinan SKPD dan seluruh pimpinan instansi pemerintahan, BUMN, BUMD dan lembaga lainnya di Sumatera Barat.

“Kita punya kekuatan Lab yang bisa bergerak cepat melakukan pemeriksaan sample spesimen, sehingga tidak perlu berlama-lama menunggi hasil positif dan negatif. Sementara menunggu hasil, isolasi mandiri dulu" Gubernur menegaskan.

Terkait ini, Pemprov Sumbar akan menerbitkan regulasi terkait uji usap. Seluruh ASN dan pegawai baik horizontal dan vertikal, BUMN, BUMD, dan pejabat daerah/negara yang kembali dari luar daerah atau masuk ke Sumbar diwajibkan melakukan tes PCR tanpa kecuali. Swab dapat dilakukan dirumah sakit rujukan yang telah ditunjuk dan gratis. Hal ini bertujuan menekan penyebaran virus yang berasal dari luar Sumbar. (000)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018