Ilustrasi. (Foto: Ist.)


Peristiwa

Ketua DPRD Payakumbuh Positif COVID-19, Jubir Provinsi: Beliau Pelaku Perjalanan

PADANG (SumbarFokus)

Juru Bicara Percepatan Penanganan COVID-19 Sumatera Barat (Sumbar) Jasman Rizal membenarkan kabar bahwa Ketua DPRD Kota Payakumbuh Hamdi Agus terkonfirmasi positif COVID-19, Sabtu (29/8/2020).

“Benar, beliau pelaku perjalanan,” jawab Jasman melalui keterangan resmi pada SumbarFokus, Sabtu itu.

Terkait ini, Jasman mengimbau, siapapun yang pernah melakukan kontak erat dengan yang bersangkutan, agar segera melaporkan diri untuk melakukan uji usap.


“Selain itu, mari Kita doakan Bapak Dewan kita segera pulih dari COVID-19. Siapapun bisa terjangkit wabah ini. Karena itu, kita harus makin meningkatkan kewaspadaan dengan meningkatkan kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan yang dianjurkan,” tutur Jasman.

Diketahui, Hamdi Agus merupakan salah satu dari 90 orang warga Sumbar yang dikonfirmasi positif COVID-19 hari ini. Namun demikian, jumlah 9 tersebut masih bersifat sementara, karena data final akan difiksasi oleh Tim Gugus Tugas di sore hari ini.

Diketahui dari laporan sementara yang disampaikan Jasman sebelumnya, hari ini 10 daerah menyumbang penambahan kasus COVID-19 Sumbar, yaitu Kota Padang (46 orang), Kabupaten Dharmasraya (1 orang), Kabupaten Padang Pariaman (9 orang), Kabupaten Lima Puluh Kota (4 orang), Kabupaten Pesisir Selatan (5 orang), Kabupaten Sijunjung (2 orang), Kabupaten Solok (3 orang), Kabupaten Agam (8 orang), dan Kabupaten Pasaman Barat (10 orang), dan Kota Payakumbuh (2 orang)

 “Kita sangat prihatin, karena di Kabupaten Pasaman Barat, 10 orang yang terinfeksi tersebut semuanya adalah dokter di RSUD Pasaman Barat. Kita berharap, pasien jujur dengan apa yang ditanyakan oleh tenaga kesehatan disaat memeriksakan kesehatan, dan Kita berharap agar tenaga kesehatan lebih ketat lagi menjalani protokol kesehatan disaat melaksanakan tugasnya,” tutur Jasman prihatin.

Jasman mengimbau, agar penanganan penyebaran COVID-19 bisa tertangani dengan baik, daerah yang masih minim kasus bisa segera mengirimkan sampel spesimennya sesuai target testing rate yang telah ditetapkan.

“Berdasarkan data Kami, masih banyak daerah yang enggan mengirimkan sampelk spesimen warganya ke Lab. Kita khawatir, kalau tidak segera mengirimkan sample spesimen warganya, kita akan kesulitan memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Sumbar,” tegas Jasman.

Kita Peduli!

Menurut Jasman, daerah tidak perlu enggan, karena jika enggan sama saja dengan menunggu bom waktu meledak.

“Untuk keterangan lebih rinci dan jika ada perkembangan dan penyesuaian data lebih lanjut, nanti sore akan Kami perbaiki dan umumkan di website resmi Pemprov Sumbar, yaitu di  https://www.sumbarprov.go.id/,” pungkas Jasman. (000)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2020