Kepala Humas PT KAI Divre II Sumbar Ujang Rusen Permana. (Foto: Ist.)


Peristiwa

Keterlambatan Perjalanan karena Insiden Kecelakaan, PT KAI Divre II Sumbar Mohon Maaf

PADANG (SumbarFokus)

Peristiwa kecelakaan di perlintasan kereta api yang melibatkan KA Minangkabau Ekspres dan sebuah bus, Rabu (13/1/2021), menyebabkan perjalanan kereta api Lokal Sibinuang dari arah Padang menuju Naras dan sebaliknya sempat mengalami keterlambatan. Bahkan, untuk perjalanan KA Minangkabau Ekspres relasi Padang-BIM PP sempat dibatalkan. Demikian disampaikan Kepala Humas PT KAI Divre II Sumatera Barat Ujang Rusen Permana, Rabu (13/1/2021), dalam rilis resminya.

"PT KAI Divre II memohon maaf atas gangguan perjalanan kereta api yang disebabkan adanya kejadian tertabraknya kereta oleh bus di perlintasan kereta api antara Stasiun Tabing dan Stasiun Duku," ungkap Rusen.

Disebutkan, akibat kejadian tersebut jadwal perjalanan KA Lokal Sibinuang mengalami keterlambatan karena ada dua  KA Lokal Sibinuang relasi Naras-Padang yang tertahan di Stasiun Lubuk Alung dan Stasiun Duku. Selain itu, tujuh perjalanan KA Minangkabau Ekspres pun dibatalkan.


Di sisi lain, Rusen kembali menekankan tentang pentingnya kesadaran masyarakat pengguna jalan raya dalam mematuhi aturan saat akan melintas di perlintasan sebidang. .

"Dahulukan perjalanan kereta api Sesuai UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 124 menyatakan pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api," ujarnya.

Dijelaskan, dalam UU 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angutan Jalan Pasal 114 menyebutkan bahwa pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengemudi kendaraan wajib:

a. Berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai di tutup, dan/atau ada isyarat lain;

b. Mendahulukan kereta api; dan

c. Memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintas rel.

Kita Peduli!

Sementara, sesuai PM 36 Tahun 2011 tentang Perpotongan Dan/Atau Persinggungan Antara Jalur Kereta Api dengan Bangunan Lain pada Pasal 6 ayat 1 menyebutkan bahwa pada perlintasan sebidang, kereta api mendapat prioritas berlalu lintas.

"Kami senantiasa mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat akan melintas perlintasan kereta api. Berhenti sejenak, tengok kanan-kiri untuk memastikan tidak ada kereta yang melintas,"  kata Rusen.

Kronologi

Bus Trans Padang bernomor polisi BA 7052 OU rusak parah karena terhantam KA Minangkabau Ekspres, Rabu (13/1/2021). Kejadian berlokasi di kawasan perlintasan tanpa palang pintu di jalan Adinegoro, Kecamatan Koto Tangah, Kelurahan Lubuk Buaya, Kota Padang, sekira pukul 11.20 WIB.

Salah seorang saksi, Eka (40), mengatakan bahwa saat ingin melintas, supir Bus Trans Padang seolah tidak melihat kalau KA Minang Kabau dari Stasiun Simpang Haru Menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM) melintas.

“Supir terlempar dari dalam bus keluar. Kemudian Pramugara terjepit di dalam bus. Saat dikekuarkan dari dalam bus, pramugara dalam kondisi pingsan, ”ujar Eka.

Bus supir sendiri, diketahui, mengalami luka pada bagian lengan sebelah kiri. Sedangkan Pramugara dibawa ke RSUP M. Djamil karena mengalami luka parah.

"Pramugara mengalami luka parah di telinga telinga bagian telinga," ujarnya.

Saksi lain, Ari Jusril (38), mengatakan, pada saat Bus Trans Padang ingin melintas, tukang ojek yang berada di lokasi juga sudah meneriaki bahwa ada kereta lewat.

"Namun ketika itu sopir bus terlihat tengah. Dia tidak mendengar supir ojek pengkolan meneriaki," kata Ari.

Ari mengatakan pada saat kejadian Bus Trans Padang dalam keadaan kosong, alias tidak berpenumpang. (000/005)

 

 

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2020




      sumbar