Wakil Bupati Solok Selatan Abdul Rahman saat meresmikan Asrama Santri Pesantren Bustanul Huda. (ist)



Keluarkan Solsel dari Ketertinggalan, Semua Pihak Diminta Berinovasi

PADANG ARO (SumbarFokus)

Hingga kini Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), masih berstatus sebagai salah satu daerah tertinggal di Indonesia karena kurang inovasi dalam mengelola sumber daya alam.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Bupati Solok Selatan Abdul Rahman di Padang Aro, Rabu (3/10/2018).

"Sebenarnya daerah tertinggal identik dengan kemiskinan karena salah satu indikator tertinggal adalah Indek Pembangunan Manusia (IPM) seperti kesehatan, pendidikan dan pendapatan per kapita. Untuk itu perlu inovasi agar semua indikator tersebut terpenuhi," kata dia.


Solok Selatan kata dia menambahkan, terkenal kaya sumber daya alam seperti tanah subur, perkebunan luas dan kandungan barang-barang tambang seperti emas dan biji besi.

“Tak hanya itu, di Solok Selatan juga banyak potensi wisata seperti budaya dan alam, tetapi mengapa masih tertinggal,” kata Abdul Rahman.

Ia menyebutkan, ternyata sumber daya alam yang dimiliki Solok Selatan tidak selalu berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakatnya.

“Selama ini masyarakat Solok Selatan dimanjakan oleh alam karena sejak dahulu semua kebutuhan sehari-hari hampir 70 persen disajikan alam. Ternyata ini menjadi persoalan,” katanya.

Ia pun mencontohkan, untuk memenuhi kebutuhan lauk pauk masyarakat cukup ke sungai untuk menangkap ikan dan bisa juga berburu kijang, rusa di hutan. Selain itu sayuran juga tidak perlu ditanam tetapi sudah tumbuh sendirinya dan itu kebanyakan di pekarangan rumah.

Namun kini kata dia, hutan yang dulunya bisa menyediakan kebutuhan sekarang sudah berubah jadi perkebunan. Begitu juga dengan ikan di sungai ditangkap dengan racun sehingga punah.

"Sekarang kompleksitas kehidupan berkembang dan alam tidak mampu lagi menyediakan kebutuhan kita sehingga harus ada inovasi untuk memenuhinya. Dengan inovasilah kita bangkit dari keterpurukan, keterbelakangan yang terjadi saat ini,” katanya.

Agar bisa keluar dari persoalan tersebut, kata Abdul Rahman, semuanya mesti bertanggung jawab bagaimana mengelola potensi yang ada di desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. (002)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018