Mt (20), saat mendapat perawatan di ruang rawat inap VIP RSUD Lubuk basung, Senin(1/4/2019). (Foto: Anizur)


Hukum

Keluarga Korban Penusukan di Agam Keluhkan Biaya Pengobatan

Agam (SumbarFokus)

Meskipun telah dimediasi, kasus peristiwa perkelahian berujung penusukan yang terjadi di kompleks perumahan karyawan AMP 2 Tower milik PT. AMP. Plantation Jorong Anak Aja Kasiang Kecamatan Ampek Nagari Kabupaten Agam, Kamis (28/3/2019) lalu, masih menyisakan masalah. Keluarga korban yang masih di rawat di RSUD Lubuk Basung mengeluhkan kesulitan biaya pengobatan.

Ketiga korban adalah warga Dusun Gadih Angik Jorong Masang Timur Nagari Tiku Lima Jorong Kecamatan Tanjung Mutiara. Dua di antaranya Mt (20) dan Mld (19) dikabarkan sudah boleh pulang untuk rawat jalan, Senin (1/4/2019). Sedangkan AB (22), setelah mendapat perawatan medis IGD RSUD Lubuk Basung, langsung diperbolehkan pulang malam itu karena hanya mengalami luka ringan dan pengobatan sudah dibiayai BPJS Kesehatan.

Mt yang mengalami luka tusukan serius di punggung bagian kanannya, sudah empat hari di rawat di ruang VIP tidak memakai BPJS Kesehatan. Untuk itu pihak keluarga harus mengeluarkan kocek yang besar membayar biaya perawatan dan obat. Orang tua Mt, ketika dikonfirmasi oleh tim wartawan di ruang rawat inap RSUD Lubuk Basung mengakui, beberapa hari yang lalu pihak PT. AMP bersama Jorong Masang Timur sudah datang dan memberi bantuan pengobatan Rp500 ribu.

Iklan Dalam Berita

Dihubungi SumbarFokus melalui ponsel, Camat Tanjung Mutiara yang juga Pj. Wali Nagari Tiku Lima Jorong Yogi Astarian menyampaikan, mengingat para korban adalah warganya, pihak nagari diwakili kepala jorong bersama tokoh masyarakat dan ninik mamak telah memediasi pertikaian ini dengan pihak perusahaan tempat pelaku penusukan bekerja. Namun diakuinya sampai di mana upaya perdamaiannya ia pun belum menerima informasinya, termasuk apakah pembiayaan pengobatan korban ditanggulangi pihak perusahaan atau keluarga pelaku

"Aparat kepolisian dari Polres Agam pun telah berupaya mengkondusifkan situasi. Alhamdulillah itu terlaksana," ujar Yogi

Di tempat terpisah, Ketua DPW LSM Garuda Nasional Indonesia Sumbar Bj Rahmad mengatakan upaya Polres Agam bersama tokoh masyarakat dan ninik mamak menciptakan situasi kondusif pasca terjadinya penusukan tiga orang warga. Menurutnya, pihak perusahaan tempat pelaku penusukan bekerja harus tanggap dalam menyikapi permasalahan tersebut, sehingga tidak menimbulkan asumsi negatif dari para keluarga korban.

Sebelumnya, Kapolres Agam AKBP Ferry Suwandi melalui Kasat Reskrim Polres Agam Muhammad Reza membenarkan peristiwa terjadinya perkelahian berbuntut jatuhnya tiga korban penusukan di kompleks perumahan karyawan AMP 2 Tower milik PT. AMP. Plantation, Kamis (28/3/2019) dengan Laporan Polisi: LP/43/ III / 2019 – SPKT Res Agam, tanggal 29 Maret 2019 tentang dugaan Tindak Pidana.

“Tersangka M saat ini belum diketahui keberadaannya. Namun situasi di TKP sampai saat ini sudah  aman dan kondusif,” ujar Reza. (007)

 

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018




      agam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *