Pascakecelakaan di area perlintasan sebidang KA, yang menewaskan satu pengendara motor, polisi melakukan olah TKP, Senin (24/2/2020). (Foto : Ist).


Peristiwa

Kecelakaan di Perlintasan Sebidang, PT KAI Divre II Sumbar Imbau Masyarakat Tingkatkan Kesadaran

PADANG (SumbarFokus)

Kepala Humas PT KAI Divre II Sumbar M. Reza Fahlepi menegaskan imbauan agar masyarakat mau meningkatkan kesadaran terhadap rambu-rambu lalu-lintas dan mematuhi peraturan lalu-lintas yang sudah ditetapkan. Hal ini disampaikan menyusul terjadinya kecelakaan di Senin (24/2/2020) pagi di perlintasan sebidang kereta api, di kawasan Banjir Kanal Taman Siswa, Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Diketahui, kecelakaan tersebut menewaskan seorang pengendara sepeda motor yang melintasi perlintasan sebidang.

"Kami membenarkan bahwa telah terjadi kecelakaan di perlintasan sebidang di jalan Banjir Kanal, yakni KA Sibinuang tertemper oleh pengendara motor scoopy ... yang mengakibatkan satu korban tewas," jelas Reza saat dihubungi SumbarFokus via telepon seluler.

Reza menerangkan, kejadian kali ini merupakan kejadian ke-empat di tahun 2020.


"Di sini, Kami juga telah melakukan beberapa langkah, beberapa kegiatan, guna meminimalisir tingginya tingkat kecelakaan yang ada di perlintasan sebidang ini. Salah satu langkah yang telah Kami ambil, telah dilakukan juga tahun lalu, yaitu penutupan perlintasan sebidang liar. Dari 54 jumlah perlintasan sebidang liar yang ada, tahun lalu Kami telah berhasil menutup sebanyak 28 perlintasan. Dan 30 perlintasan lagi insyaallah akan Kami tutup juga di tahun 2020 ini," terang Reza.

Selain itu, disebutkan, PT KAI Divre II Sumbar juga telah melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah yang berlokasi di daerah operasional KA, dan juga sosialisasi kepada seluruh pengendara serta seluruh lapisan masyarakat.

"Namun, di sini Kami tekankan lagi, semua yang telah kita lakukan itu sebenarnya merupakan tanggungjawab pemerintah setempat. Itu terdapat di dalam Undang-undang nomor 23 tahun 2007 tentang Perkerataapian yaitu pada Pasal 94 di ayat pertama menyebutkan bahwa untuk keselamatan perjalanan kereta api dan pemakai jalan, perlintasan sebidang yang tidak mempunyai izin itu harus ditutup," jelasnya.

Reza menambahkan, tertera pada ayat ke-2, yaitu penutupan perlintasan sebidang yang disebutkan pada ayat pertama, dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda).

"Sehingga diharapkan peran dan kerjasama Pemda untuk dapat melakukan penutupan perlintasan sebidang tanpa izin berdasarkan status jalan. Selanjutnya, Kami mengharapkan pengamanan perlintasan sebidang agar tidak membahayakan pengguna jalan, contohnya seperti pemasangan rambu ataupun marka jalan, pemasangan pintu serta menempatkan penjaga di pintu perlintasan. Selain itu Kami juga memohon agar bersama melakukan perawatan jalan, Kami dari KA juga sedang berupaya melakukan perbaikan," tuturnya.

Ia berharap, kerjasama seluruh pihak untuk bersama menjaga agar kecelakaan yang serupa tidak terjadi lagi. Pihaknya menyatakan turut berduka dengan kejadian yang telah menimpa korban kecelakaan.

"Contohnya di perlintasan Tabing, ada jalan yang bolong-bolong dan berlubang, di samping itu tanggungjawab Pemda, juga tanggungjawab bersama. Untuk itu, mari bersama-sama menjaga sehingga tidak terjadi lagi kejadian yang sama," ulasnya.

Reza kembali mengimbau kepada masyarakat khususnya yang melewati perlintasan sebidang yang tidak terjaga.

"Jika mau melintas tengoklah kanan dan kiri dulu, kereta ada atau tidak yang mau lewat," sebutnya. (013)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018