Logo Polri. (Foto: Ist.)


Hukum

Kasus "Penculikan Anak" di Tanah Datar, Ini Penjelasan Polisi

BATUSANGKAR (SumbarFokus) 

Kepolisian Resor Tanah Datar menjelaskan rumor peristiwa penculikan anak yang terjadi di daerah setempat sebagaimana yang beredar di sejumlah grup WhatsApp dan media sosial, Senin malam (13/1/2020).

"Perlu saya luruskan bahwa itu bukan peristiwa penculikan anak tapi pertengkaran antara pasangan suami istri," kata Kepala Satuan Reskrim Polres Tanah Datar AKP Purwanto, Selasa (14/1/2020).

Ia mengatakan pasangan suami istri itu bertengkar di dalam mobil sejak di Sitangkai dan si istri minta diturunkan.


“Hal itu yang kemungkinan didengar oleh masyarakat lain sehingga memunculkan asumsi adanya peristiwa penculikan anak,” katanya.

Setelah itu, sang suami menurunkan istrinya dari mobil jenis minibus sekitar 300 meter dari lokasi pertengkaran dan sang istri pulang ke rumah di daerah Sungai Ameh.

Sedangkan suami terus menuju arah Talawi tempat ia diamankan oleh petugas.

Setelah diberhentikan polisi langsung mengamankan suami untuk menghindari hal yang tidak diinginkan mengingat hal itu menarik perhatian masyarakat setempat.

"Yang bersangkutan kami amankan dan dimintai keterangan. Menurut pengakuanna ia mengaku terlibat pertengkaran dengan istri," katanya.

Setelah itu polisi menjemput sang istri untuk mengklarifikasi keterangan tersebut dan keterangan keduanya sama.

AKP Purwanto mengatakan polisi mengambil keterangan suami istri tersebut hingga sekitar pukul 23.30 WIB.

Pada bagian lain, polisi mengimbau agar masyarakat menahan diri serta senantiasa memastikan setiap informasi yang diterima. Sehingga, tidak termakan oleh isu ataupun informasi yang tidak benar atau belum bisa dipastikan kebenarannya.

"Kami akan selalu memantau dan merespon cepat setiap informasi yang beredar di tengah masyarakat, terutama yang meresahkan. Ini sebagai fungsi menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat," pungkasnya. (001)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018