Kapolri Tito Karnavian saat pidato di hadapan peserta Konaspi IX di Aufitorium UNP, Kota Padang, Kamis (14/3/2019). (Foto: Wahyu)


Nasional

Kapolri Sebut Konflik di Indonesia Akibat Cemburu Sosial

PADANG (SumbarFokus)

Indonesia masih menyimpan bibit-bibit konflik yang berpotensi memecah-belah NKRI. Salah satu penyebabnya karena Indonesia masih didominasi penduduk dalam kategori low class atau kelas bawah.

"Di negara mana pun di dunia ini, low class selalu berpotensi memicu terjadinya konflik. Hal ini dipicu faktor kecemburuan sosial terhadap kelas menengah dan kelas atas, sehingga sering terjadi gesekan," ujar Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian di acara Kovensi Nasional Pendidikan Indonesia (Konaspi) IX di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Kamis (14/3/2019).

Menurut Tito, kecemburuan sosial tersebut bisa berasal dari perbedaan suku, agama, pendidikan, budaya, dan ras. Hanya saja dari perbedaan itu, isu agama dinilai yang paling berpotensi untuk memecah-belah bangsa. 

Iklan Dalam Berita

"Setiap perbedaan perbedaan suku, agama, ras selalu mengandung konflik. Paling rawan adalah perbedaan agama. Kalau sudah atas nama Tuhan, itu sudah sangat rawan," kata Tito.

Dalam kegiatan yang juga dihadiri Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto itu, Tito mengatakan, berdiri kokohnya bangsa Indonesia sejak 1945 sampai hari ini merupakan hal yang sangat patut disyukuri, sebab masih bisa bersatu meskipun banyak perbedaan.

Menurutnya, sejak awal lahirnya bangsa ini sudah di isi beragam suku, ras dan agama. Akibatnya perjalanan Bangsa ini selalu dibayangi oleh perpecahan. Banyak terjadinya gejolak, namun bangsa Indonesia sampai hari ini masik kokoh di bawah naungan NKRI.

"Kami aparat keamanan meliputi Polri dan TNI akan terus berupaya menumpas bibit-bibit konflik. Apalagi konfliknya 'titipan' dari pihak asing yang menginginkan Indonesia terpecah-belah," tegasnya.

Ia juga menegaskan, Polri dan TNI selalu mendukung pemerintah dalam penguatan ekonomi, agar masyarakat low class bergerak menuju middle class. Alasannya, sebuah negara akan terjamin aman dari konflik jika jumlah middle class-nya sudah mendominasi.

"Stabilitas ekonomi kita harus dijaga. Jumlah pengangguran harus ditekan. Supaya tidak ada lagi kecemburuan sosial," sebut Tito. (005)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *