Kapolresta Padang AKBP Imran Amir. (Foto: FAJAR SATRIA)


Peristiwa

Kapolresta Padang: Remaja Pembuat Ricuh dalam Demonstrasi Dibayar Rp50 Ribu per Orang

PADANG (SumbarFokus)

Puluhan remaja yang melakukan aksi ricuh di DPRD Sumatera Barat (Sumbar) yang melempari petugas dengan batu dan membawa senjata tajam diduga dibayar oknum tidak bertanggungjawab. Hal ini diungkapkan oleh Kapolresta Padang AKBP Imran Amir, Jumat (9/10/2020).

Temuan ini, disebutkan, akan terus didalami oleh polisi, demi mengetahui siapa aktor intelektual yang bermain di balik hal tersebut.

Diungkapkan juga, para remaja, sebanyak 84 orang, yang ikut dalam suasana demontrasi menolak UU Cipta Kerja, Kamis (8/10/2020) kemarin, merupakan pelajar dan pengangguran, yang berasal dari luar Kota Padang seperti Padang Pariaman, Dharmasraya, dan lainnya.


Setiap remaja tersebut dibayar Rp50 ribu per orang dan diberi makan oleh oknum tersebut dan mereka memang dikondisikan untuk membuat ricuh atau chaos.

"Aksi mereka ini terkoordinir dengan baik dan kita akan kejar aktor intelektualnya," sebut Kapolres.

Sedangkan pada hari ini, jajaran Polresta Padang mengamankan sebanyak 87 orang lagi remaja yang berada di sekitar DPRD Sumatera Barat yang akan menjadi lokasi unjuk rasa Kamisan yang menolak UU Cipta Kerja pada Jumat siang.

Ia mengatakan aksi unjuk rasa ini banyak disusupi provokator yang ingin membuat ricuh suasana.

"Puncaknya pada hari ini dan kita lakukan patroli penyisiran dan ditemukan remaja yang berada di sekitar lokasi aksi," kata dia.

Disebutkan, para remaja tersebut ditemukan oleh petugas itu bukan mahasiswa namun pelajar dan juga pengangguran. Bahkan ada juga yang membawa kelewang dan bertujuan untuk menganiaya masyarakat dan petugas kepolisian yang mengawal aksi. Diamankan, semuanya digiring ke Polresta Padang untuk diperiksa lanjutan.

Kita Peduli!

“Hingga siang ini belum ada konsentrasi massa namun kita menemukan pelajar yang ada di sekitar lokasi unjuk rasa yang belum jelas tujuannya," kata Kapolres terkait aksi demonstrasi.

Polresta Padang sendiri menurunkan 1.500 personel ditambah 100 personel dari Batalyon 133 Yudha Sakti yang membantu pengamanan aksi unjuk rasa yang digelar pada Jumat siang ini. (002)

 

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2020