Kapolda Sumbar, Irjen Pol Drs, Fakhrizal, M.Hum, saat memimpin renungan suci Kami (16/8/2018) malam. (Ist)


Hukum

Kapolda Sumbar Sebut Pernyataan Al Chaidar Tak Berdasar

PADANG (SumbarFokus)

Pasca berita penangkapan terduga teroris di Sumatera Barat (Sumbar) beberapa hari lalu, seorang pengamat terorisme dari Universitas Malikussaleh Aceh, Al Chaidar menyatakan, bahwa ada 3.000 teroris asal Sumbar.

Pernyataan ini sontak membuat geger masyarakat Sumbar. Menanggapi tuduhan tersebut, Kapolda Sumbar, Irjen Pol Drs, Fakhrizal, M.Hum, menyatakan bahwa berita ribuan teroris dari Sumbar itu tidak benar. Menurutnya yang dikatakan Al Chaidar itu tanpa data.

“Pengamat itu dapat darimana data ribuan teroris dari Sumbar itu? Itu tidak benar,” kata Fakhrizal usai upacara HUT ke-73 Kemerdekaan RI di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Jumat (17/8/2018).


Untuk menepis tuduhan itu, Irjen Fakhrizal berjani akan meminta Al Chaidar mengklarifikasi tuduhannya.

“Apabila tuduhan itu tidak benar, akan bisa menimbul spekulasi yang lain, sebab bisa meresahkan masyarakat Sumbar,” katanya.

Selain itu, kata dia, Polda Sumbar juga telah meminta klarifikasi dari Kepala Densus 88 terkait banyaknya teroris di Sumbar tersebut. Ia juga mengingatkan, agar seluruh masyarakat Sumbar tetap antisipasi dan waspada dengan bahaya terorisme di wilayahnya.

“Pengamanan dan antisipasi harus terus ditingkatkan, masyarakat tetap waspada dan hati-hati atas bahaya aksi terorisme yang bisa saja terjadi di Sumbar. Selain itu wilayah perbatasan harus diperketat pengawasannya,” ujarnya.

Sebelumnya Densus 88 pada Senen (13/8) telah menangkap lima orang terduga teroris di sejumlah titik di Sumbar. Terduga teroris yang ditangkap tersebar di Kota Bukittinggi, Kota Payakumbuh, dan di Kota Padang.

“Kami Polda Sumbar masih menunggu hasil pemeriksaan Densus 88, sejauh mana keterlibatan pelaku, apakah mereka betul-betul melakukan aksi terorisme atau hanya sekedar simpatisan saja,” imbuhnya mengakhiri. (005)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018