Pengurus Masjid Raya Gantiang menyerahkan dana yatim kepada Lazis Mitra Ummat Madani Padang ini, usai peluncuran Program Kafalah Yatim, Minggu (21/4/2019). (Foto: Ist)


Ekonomi

Kafalah Yatim, Terobosan Masjid Raya Gantiang dan Lazis Mitra Ummat Madani

PADANG (SumbarFokus)

Masjid Raya Gantiang Padang bekerjasama dengan Lazis Mitra Ummat Madani Padang, meluncurkan Program Kafalah Yatim, dalam rangka mengoptimalisasi dana infak yatim di masjid tersalur efektif, tepat sasaran dan berdaya guna.

Program terobosan yang diinisiasi Masjid Raya Gantiang dan Lazis Mitra Ummat Madani Padang ini, telah diluncurkan pada Minggu (21/4/2019) pekan lalu. Tujuannya, agar anak–anak yatim, terutama yang tinggal di sekitaran masjid dapat merasakan manfaat lebih dana infak yatim di masjid.

Pernyataan itu disampaikan oleh Direktur Penghimpunan dan Layanan Lazis Mitra Ummat Madani Padang, Syahyudi Warman, bahwa ada serangkaian program yang akan diberikan kepada anak yatim dalam kerjasama ini nantinya.


“beasiswa selama setahun, Program Balanjo Baju Rayo (Babayo), Paket Perlengkapan Sekolah, Bimbingan Tahfidz Al-Quran, Bina Prestasi, Ibadah dan Akhlak,” terangnya kepada SumbarFokus, Jumat (26/4/2019) di Padang.

Pihaknya, berterima kasih kepada Pemerintah Kota Padang yang ikut mendukung program yatim tersebut. Terutama kepada pengurus Masjid Raya Gantiang yang telah mempercayakan Lazis Mitra Ummat Madani mengelola dana infak di masjid setempat.

“Mudah–mudahan makin memancing jamaah dalam berinfak untuk yatim ke depannya. Setiap orang tua juga mendapatkan pembinaan dan motivasi setiap bulannya,” ujar Syahyudi.

Sebelumnya, peluncuran Program Kafalah Yatim Masjid Raya Gantiang tersebut dihadiri langsung oleh Walikota Padang, H Mahyeldi Ansharullah, sekaligus ditandai dengan penandatanganan piagam kerjasama program.

Dalam sambutannya, Mahyeldi mengatakan sangat mengapresiasi program tersebut karena sebuah terobosan positif dalam memuliakan anak yatim. Salah satunya dengan pengelolaan dana infak yang terukur dan berkelanjutan.

Apalagi, selain mendapatkan beasiswa rutin, anak yatim juga memperoleh pembinaan dari sisi ibadah, akhlak dan hafalan Al Quran. Maka dengan alasan itu pula, tidak ada lagi alasan orang tua yang kurang mampu untuk tidak menyekolahkan anak-anaknya.

“Atas nama Pemko Padang, saya mendukung program ini. Dengan harapan bisa berkontribusi meningkatkan kualitas pendidikan. Semoga program ini booming, dapat menular ke masjid-masjid lainnya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dengan adanya penyaluran infak yatim di masjid secara berkala, bisa menjadi solusi yatim yang terkendala kebutuhan pendidikan. Maka tidak harus menunggu waktu setahun ketika lebaran saja berinfak.

“Semakin cepat berinfak, semakin baik pula untuk disalurkan untuk pendidikan anak-anak kita, agar dana yang diinfakkan jamaah benar-benar dirasakan manfaatnya,” tuturnya.

Sementara Pengurus Masjid Raya Gantiang Padang, Dedek Nuzul Putra mengungkapkan, dengan adanya kerjasama ini sekaligus bisa memancing anak-anak yatim sekitar masjid, lebih terbina dan semakin merasa dekat dengan masjid.

Ia berharap, program ini bisa mendorong orang tua untuk berperan aktif mendidik anak yang cinta agama. “Selama ini, dana yatim itu disalurkan menjelang lebaran dalam bentuk uang tunai, sekarang dalam bentuk program,” sebutnya. 

Dalam peluncuran program tersebut, pengurus Masjid Raya Gantiang menyerahkan dana yatim sebesar Rp115.350.000 secara simbolis, kepada Lazis Mitra Ummat Madani untuk disalurkan melalui program setahun ke depan.

Turut hadir dan menandatangi Camat Padang Timur Ances Kurniawan, Lurah Gantiang Parak Gadang Edison F.A, Direktur Penghimpunan dan Layanan ZIS MUM, Syahyudi Warman dan Pengurus Masjid Raya Gantiang Alsyam, serta disaksikan seratusan anak yatim bersama orang tua dan tamu undangan lainnya. (005)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018