Ilustrasi. (Foto: Ist.)


Pendidikan

Kabupaten Solok Tunda Sekolah Tatap Muka karena Tenaga Pendidik Dites Usap

SOLOK (SumbarFokus)

Sekolah tatap muka di Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar), tadinya telah dilaksanakan sejak Senin (4/1/2021). Namun pada saat PBM secara tatap muka berlangsung, kembali dikeluarkan surat edaran gubernur tentang guru diwajibkan melakukan tes usap sebelum PBM. Maka, kegiatan belajar-mengajar (PBM) di daerah tersebut ditunda sementara karena para tenaga pendidik melakukan tes usap atau tes cepat antigen.

Kepala Bagian Humas Kabupaten Solok Syofiar Syam di Arosuka, Sabtu (9/1/2021) mengatakan bahwa berdasarkan surat edaran gubernur Sumbar setiap guru pada satuan pendidikan harus melakukan tes usap atau tes cepat antigen sebelum melaksanakan proses pembelajaran tatap muka. Bagi satuan pendidik yang belum melaksanakan tes usap maka proses pembelajaran tetap dilaksanakan secara dalam jaringan (daring).

"Apa bila terdapat sekolah yang melanggar surat edaran ini akan diberikan sanksi sesuai kewenangan masing-masing," kata dia.


Kebijakan ini, dikatakan, bertujuan untuk mencegah penularan COVID-19. Kalau hasilnya sudah keluar sekolah tatap muka dibuka lagi.

Diungkapkan, saat ini sejumlah guru di daerah itu sudah mulai melakukan tes usap di beberapa tempat berupa di Puskesmas dan rumah sakit terdekat.

Di sisi lain, Kepala SDN 08 Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Umul Khairi mengatakan saat ini kembali memberlakukan PBM secara daring karena guru di sekolah itu belum melakukan tes usap.

"Jumlah guru yang akan melakukan tes usap di SDN 08 sebanyak 12 orang," sebutnya.

Selain itu, Umul mengatakan SDN 08 telah mempersiapkan PBM tatap muka sesuai dengan protokol COVID-19 berupa menyediakan tempat cuci tangan di setiap kelas, alat ukur suhu, pakai masker dan menjaga jarak dengan menerapkan belajar per sif.

"Sekarang PBM tatap muka di sekolah dilakukan dua sif, yakni sif pagi dari 07.30 WIB -10.00 WIB dan sif dua 10.15 WIB-12.45 WIB. Saat ini di sekolah tidak ada jam istirahat dan murid langsung pulang ke rumah," ujarnya,

Kita Peduli!

Murid di sekolah, disebutkan, diwajibkan membawa bekal ke sekolah karena kantin ditutup untuk mencegah penularan COVID-19.

"Biasanya sebelum pandemi kami juga mewajibkan murid bawa bekal dari rumah," ucap dia.

Umul juga mengatakan wali murid di sekolah itu 100 persen menyambut baik sekolah tatap muka. Bahkan mereka bersedia menandatangani surat pernyataan dari sekolah tentang sekolah tatap muka di masa pandemi COVID-19. (002)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2020