Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam Gusri Noval. (Foto: Ist.)


Pendidikan

Jumlah Murid Sedikit, Tujuh SD di Agam Akan “Digabungkan”

LUBUK BASUNG (SumbarFokus)

Akibat jumlah muridnya sedikit, tujuh Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), akan digabungkan menjadi satu (regrouping). Diungkapkan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam Gusri Noval, Kamis (17/10/2019), penggabungan tujuh sekolah itu sedang dalam proses.

"Penggabungan sekolah itu berdasarkan pertimbangan jarak sekolah dan setelah itu kita usulkan ke Bupati," ujar Gusri.

Ketujuh unit SDN yang akan digabungkan itu yakni, SDN 08 Puncak Lawang ke SDN 23 Puncak Lawang, SDN 20 Matua ke SDN 01 Matua. Kemudian, ada SDN 22 Sungai Landia ke SDN 02 Sungai Landia, SDN 14 Lambah ke SDN 09 Jambak, SDN 58 Batuhampa ke SDN 20 Batuhampa, SDN 26 Sangkia ke SDN 10 Sangkia, dan SDN 37 Siguhung ke 27 Siguhung.


"Sekolah itu memiliki siswa di bawah 60 orang sesuai syarat sekolah yang digabungkan," tambah Gusri.

Dijelaskan, setelah Surat Keputusan Bupati terkait penggabungan sekolah ini keluar, guru sekolah tersebuit akan dimutasikan ke sekolah lain. Sementara, aset bangunan sekolah yang digabungkan itu dikelola oleh sekolah baru. Kebijakan ini dilakukan demi efektifitas dan memaksimalkan pelayanan pendidikan.

Lebih dalam, Gusri menjelaskan, penggabungan sekolah itu didasarkan kepada Surat Edaran Dirjen Dikdasmen Nomor 0993/D/PR/2019 tentang Kualitas Data Pokok Pendidikan. Dalam surat edaran itu berbunyi bahwa selama tiga tahun berturut-turut memiliki siswa kurang dari 60 orang dapat dilakukan penggabungan dengan sekolah terdekat.

"Pada 2018 kita telah menggabungkan SDN 11 Sipinang ke SDN 22 Sipinang dan SDN 04 Koto Tuo ke SDN 03 Koto Tuo," katanya.

Diketahui, saat ini, jumlah SDN di Kabupaten Agam sebanyak 446 unit. (002)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018




      agam