Antusiasme masyarakat menggunakan kereta Minangkabau Ekspres dari Pulau Aie di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), terus mengalami peningkatan. (Foto: Ist.)


Pariwisata

Jalur Bandara-Kota Tua dengan Berkeretaapi di Padang Makin Diminati Penumpang

PADANG (SumbarFokus)

Antusiasme masyarakat menggunakan kereta Minangkabau Ekspres dari Pulau Aie di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), terus mengalami peningkatan. Pada bulan Februari tercatat ada  1.563 penumpang dan meningkat menjadi 1.609 penumpang pada bulan Maret. Peningkatkan ini terjadi didukung adanya 12 perjalanan pulang-pergi KA Minangkabau Ekspres dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) langsung ke Stasiun Pulau Aie semakin membuka akses masyarakat luas untuk langsung ke salah satu tempat wisata di Kota Padang. Bahkan, dari Kota Tua, masyarakat pun bisa mengakses transportasi laut yang berjejer di Sungai Muaro untuk mengantarkan ke Pulau Mentawai.

Ini dikemukakan oleh Kepala Humas PT KAI Divre II Sumatera Barat Ujang Rusen Permana, Jumat (23/4/2021). Disebutkan, Stasiun Pulau Aie sendiri merupakan salah satu stasiun bersejarah di Sumbar. Stasiun yang diresmikan pada tanggal 1 Juli 1891 ini kini memang sudah kembali melayani masyarakat untuk turun dan naik kereta api. Stasiun ini sangat strategis menjadi pembuka akses ke beberapa kawasan wisata unggulan di Sumbar.

"Sumatera Barat merupakan daerah dengan potensi wisata yang lengkap. Mulai dari wisata pantai, gunung, kuliner, budaya, dan sejarah. Nah, Sejak pemberlakuan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) tahun 2021,  10 Februari 2021, Kereta Api Minangkabau Ekspres relasinya diperpanjang dari Stasiun Bandara Internasional Minangkabau langsung ke Stasiun Pulau Aie yang berdekatan dengan area bersejarah, Kota Tua Padang. Selain menikmati keindahan arsitektur bangunan lawas di Kota Tua, lokasi bersejarah ini pun bisa menjadi titik awal untuk ke berbagai tempat ikonik lainnya di Kota Padang seperti jembatan Siti Nurbaya, Gunung Padang, pantai Air Manis (Malin Kundang), dan pantai Tepi Laut," terang Rusen.


Kursi penumpang yang nyaman bisa dinikmati selama perjalanan bersama KA Minangkabau Ekspress. (Foto: Ist.)

Terkait kondisi pandemi, penumpang kereta api juga tidak perlu khawatir untuk berkeretaapi, meskipun tentunya tetap harus waspada akan penularan wabah. KA Minangkabau Ekspres sendiri menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Diterangkan, setiap penumpang diharuskan memakai masker, menjaga jarak, dan suhu tubuh tidak lebih dari 37.3 derajat celsius. Selain itu, untuk tetap menjaga kebersihan, disediakan wastafel portabel di area stasiun. Bahkan, kapasitas penumpang kereta api pun dibatasi hanya maksimal 70 persen.

"Di masa pandemi, kapasitas penumpang kereta dibatasi 70 persen. Sehingga untuk KA Minangkabau Ekspres, total tempat duduk yang tersedia per hari adalah 1.680 dari normalnya adalah 2.400 tempat duduk," ujar Rusen.

Pemesanan tiket KA Minangkabau Ekspres hanya melalui aplikasi KAI Access yang bisa diunduh di perangkat pesawat telepon genggam. Di aplikasi KAI Access, pemesanan dapat dilakukan untuk 7 hari sebelum keberangkatan.  Sedangkan penjualan tiket di loket stasiun hanya dilayani 3 jam sebelum keberangkatan kereta api. Tarif perjalanan menggunakan KA Minangkabau Ekspres adalah Rp 10.000 untuk tujuan BIM - Pulau Aie atau sebaliknya, dan Rp 5.000 untuk relasi Pulau Aie - Duku.

Kita Peduli!

Penumpang bisa memilih jadwal keberangkatan KA Minangkabau Ekspres antara lain jalur Pulau Aie - BIM pada pukul 06.15 WIB- 07.17 WIB, 08.45 WIB - 09.45 WIB, 11.10 WIB - 12.10 WIB, 13.25 WIB - 14.23 WIB, 16.00 WIB  - 16.59 WIB, dan 18.25 WIB - 19.30 WIB; kemudian jalur BIM - Pulau Aie pada pukul 07.30 WIB - 08.36 WIB, 09.55 WIB - 10.55 WIB, 12.20 WIB - 13.17 WIB, 14.40 WIB - 15.40 WIB, 17.10 WIB - 18.08 WIB, dan 19.45 WIB - 20.43 WIB. (000)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2021




      sumbarwisata