Sejumlah wartawan daerah Sumbar usai dihalangi masuk untuk liputan acara Rakortekrenbang di Kota Padang, Senin (25/2/2019). (Foto: Wahyu)


Peristiwa

Insiden Larangan Meliput bagi Wartawan, Kepala Bappeda Sumbar Minta Maaf

PADANG (SumbarFokus)

Kepala Bappeda Sumatera Barat (Sumbar) Hansastri meminta maaf kepada sejumlah awak media usai insiden pelarangan wartawan melakukan tugas liputan kegiatan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Padang, Senin (25/2/2019).

"Kami mohon maaf atas kejadian tadi, terutama adanya panitia dari pusat yang menghalang-halangi wartawan masuk," kata Hansastri saat menemui para awak media yang terlanjur kecewa.

Diakui Hansatri, sebagai tuan rumah tidak ada larangan bagi wartawan untuk meliput acara Rapat Koordinasi Tekni Perencanaan Pembangunan (Rakortekrenbang) yang digelar Kemendagri itu. Hanya saja kata dia, adanya penghalangan oleh panitia itu kemungkinan sebagai bentuk agar kegiatan lebih tertib.


"Sekali lagi kami mohon maaf, kemungkinan tadi tidak boleh masuk, agar acara lebih aman dan tertib saja, karena khawatir ada yang tidak berkepentingan masuk," terang Kepala Bappeda Sumbar ini.

Menyadari pihaknya bersalah, Kepala Bappeda Sumbar itu berkali-kali mengucapkan maaf dengan mempersilahkan para wartawan masuk. Permintaan maaf itu dilakukan, setelah adanya komunikasi dengan Kepala Biro Humas Pemprov Sumbar Jasman Rizal atas keluhan wartawan.

"Sekarang kawan-kawan media silahkan masuk, sambil mencicipi kue dan kopi yang telah dihidangkan," ucapnya basa-basi.

Sementara salah seorang wartawan dari Grup Jawa Pos, Riki Chandra, sangat menyangkan sikap panitia Rakortekrenbang dari pusat itu. Pasalnya, ia merasa pekerjaannya dihalang-halangi. Padahal, menurutnya, wartawan dilindungi Undang-undang Pers dalam melaksanakan tugasnya sebagai pewarta. Riki menduga, dihalang-halangi wartawan masuk untuk meliput acara dikarenakan alasan berbau politik.

Dalam kesempatan yang sama, Aidil, wartawan media televisi BeritaSatu, juga merasa jengah dengan sikap panitia atau tim keamanan dari Kemendagri tersebut. Meskipun akhirnya dia diperbolehkan masuk, setelah sempat tanya-jawab dengan para panitia terlebih dahulu.

Menurut yang biasa disapa Uncu ini, sikap keamanan sudah keterlaluan, karena telah mempersulit tugas wartawan untuk peliputan. Padahal, kata dia, selama ini tidak pernah dipersulit ketika liputan, bahkan kegiatan liputan sekelas liputan presiden sekalipun.

"Masa iya kita cuma liputan dihalang-halangi, bahkan mereka minta surat izin dari Bappeda agar bisa masuk. Liputan acara presiden dan wakil presiden saja kami tak pernah diperlakukan seperti ini," kata Uncu gerah, senada dengan sikap para wartawan lain yang tengah berada di lokasi.(005)

 

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018