Kapolres Agam AKBP Dwi Nur Setiawan memberi keterangan resmi. (Foto: Ist.)


Hukum

Ini Modus Pelaku Pencabulan Sesama Jenis Korbannya Anak Bawah Umur di Agam, Orangtua Wajib Waspada

LUBUK BASUNG (SumbarFokus)

Diketahui telah melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur, notabene sesama jenis, seorang oknum ASN di Agam, Sumatera Barat (Sumbar), berinisial FR (56), ditangka jajaran Polres Agam, Rabu (8/9/2021), sekira pukul 17.00 WIB. Pencabulan terhadap korban, berinisial LK, ini terungkap bermula saat orangtua LK membuka ponsel anaknya dan menemukan foto yang dinilai tak pantas dimiliki oleh sang anak. 

Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolres Agam AKBP Dwi Nur Setiawan, didampingi Kasat Reskrim Polres Agam AKP Fahrel Haris dan Kasubag Humas Polres Agam AKP Nurdin, Jumat (10/9/2021).

"Setelah didesak ibunya, akhirnya anaknya tersebut mengaku telah menjadi korban pencabulan sesama jenis oleh FR," ungkap Kapolres.


Diungkapkan Kapolres, dari hasil penyelidikan, Senin (30/8/2021) malam, sekira pukul 21.30 WIB, FR merayu korban untuk menemaninya berburu pada hari Selasa di Koto Alam, Palembayan . Karena sama hobi berburu babi, korban pun setuju.

"Esoknya, Selasa (31/8/2021), FR dan korban pun pergi berburu. Sekitar pukul 10.15 WIB, mulai mencabuli korban dan dilakukan dalam mobil pick up miliknya di Jalan lintas Bawan-Palembayan. 

"Korban sempat bermohon agar pelaku menghentikan perbuatannya, namun tidak dihiraukan. Karena takut, korban hanya diam," sebut Kapolres.

Kemudian di kawasan buru babi, FR kembali mencabuli korban dan terakhir dalam perjalanan pulang, sekira pukul 15.30 WIB.

"Sebelum sampai dirumah FR juga mengancam korban untuk tidak memberitahu orang lain perbuatan itu sambil memberi uang Rp100 ribu," ujar Kapolres.

Dijelaskan Kapolres lagi, FR dan korban sudah saling kenal karena pernah bertetangga sewaktu korban tinggal bersama neneknya di kawasan Manggopoh. Kemudian korban pindah ke Nagari Bawan ikut ibunya.

Kita Peduli!

Dalam kasus ini, polisi mengamankan beberapa barang bukti. Di antaranya 2 unit handphone, baju kaos, celana levis pendek, dan mobil Toyota pick up hitam nopol BM 9086 AH berikut kunci kontak.

“Kejadian ini peringatan dan pelajaran para orang tua agar mengontrol anak, apalagi sekarang dalam pembelajaran daring yang memakai Android, maka orang tua harus memeriksa dan memahami apa yang ada di ponsel anak-anaknya tersebut," harap Kapolres lagi.

Atas perbuatannya ini, pelaku telah ditetapkan tersangka dijerat pasal 76E jo pasal 82 ayat (1) UU No. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 289 Jo Pasal 292 KUH Pidana. 

"Tersangka terancam hukuman 15 tahun penjara," pungkas Kapolres. (007)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2021




      agam