Mesjid Nurul Fallah Padang Baru, Lubuk Basung. (Foto: Anizur)


Pemerintahan

Ini Imbauan Bupati Agam Soal Salat Idul Fitri Tahun Ini di Agam

LUBUK BASUNG (SumbarFokus)

Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Sumatera Barat masih akan berlangsung hingga 29 Mei 2020. Sedangkan hari raya Idul Fitri tahun ini akan dihadapi sebelum PSBB berakhir.

Hal tersebut menimbulkan konsekuensi terkait pelarangan berkerumun di ruang publik, termasuk kegiatan salat Idul fitri 2020, dalam hal ini, di Kabupaten Agam.

Menyikapi pelaksanaan Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah yang masih dalam masa PSBB tahap II, Bupati Agam mengajak masyarakat untuk tidak melaksanakan salat Idul Fitri berjamaah di masjid ataupun lapangan, dan mengalihkannya ke rumah masing-masing. Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor: 400/246/KESRA/V/2020 tanggal 20 Mei 2020 tentang Pelaksanaan Shalat Idul Fitri Berjamaah.


Sehubungan dengan Surat Edaran tersebut,  Kabag Protokol-KP Setda Agam, sekaligus Jubir GT2P COVID-19 Kabupaten Agam, Khasman Zaini, kepada awak media, Kamis (21/5/2020), menyebutkan, pelaksanaan Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah yang berkemungkinan jatuh pada  kondisi masih dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sehingga masyarakat diimbau untuk melaksanakan sholat Idul Fitri 1441 Hijriah di rumah masing-masing. 

Namun bagi masyarakat yang masih berkeinginan untuk melaksanakan salat Idul Fitri 1441 secara berjamaah, terutama bagi wilayah yang sudah terkendali penyebaran COVID-19, tetap bisa, asal  mempedomani fatwa MUI Nomor 28 tahun 2020 tentang panduan Kaifiat dan Sholat Idul Fitri saat pandemi COVID-19, maklumat 007 MUI Sumbar, dan Bayyan MUI Sumbar soal ini.

“Untuk menciptakan rasa aman, Pemerintah Kecamatan, Forkopimca bersama Polri, TNI dan Satpol PP melakukan pengamanan dengan menjaga serta menfasilitasi ketertiban secara maksimal mungkin. Mengawasi secara ketat dan masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan sesuai pedoman pencegahan dan pengendalian COVID-19,” Terang Khasman.

Dijelaskan lebih lanjut, terdapat beberapa syarat dan ketentuannya yang harus dipenuhi bagi masyarakat yang tetap melaksanakan salat idul fitri berjamaah. 

Pertama, adanya penetapan dari pejabat berwenang bahwa di daerah tersebut tidak sedang mewabahnya COVID-19. Kedua, daerah tersebut telah ditutup akses pintu masuk dan keluar, sehingga tidak memungkinkan bercampur orang yang dimungkinkan sakit dengan orang yang sehat.

Ketiga, tidak ada kasus positif COVID-19 di wilayah masjid tersebut. Keempat, jamaah adalah warga yang dikenal pengurus dan dalam keadaan sehat dengan tetap menggunakan masker, serta mengukur suhu tubuhnya. Kelima, jamaah membawa sajadah dan mengatur jarak. Keenam, pengurus masjid menyediakan tempat cuci tangan beserta sabun, tisu, dan air. Ketujuh, khutbah Istiqshad atau disederhanakan. 

Kita Peduli!

Selanjutnya, pada saat keluar masjid tetap menjaga jarak dan tidak boleh berkerumunan. Dan terakhir dibentuk tim khusus yang dapat mengawasi pelaksanaan ketentuan-ketentuan sebagai disebut di atas. 

“Ketentuan ini Kita buat, bertujuan untuk keselamatan Kita semua. Menjaga agar pelaksanaan sholat Idul Fitri di daerah dianggap aman itu, tidak terjadi yang tidak kita harapkan," sebut Khasman.

Dia juga menyampaikan harapan, agar semua warga Agam selalu mendapat perlindungan dari Allah.

"Dan semoga musibah ini cepat berakhir, sesuai dengan harapan Kita semua,” pungkasnya. (007)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018




      agam